Teknik Budidaya Caisim

Pin It

Sebagai warga yang tinggal di Indonesia, kita patut bersyukur karena tanahnya yang makmur dan subur, sehingga kita bisa mencicipi beragam variasi sayuran yang dapat ditanam dan dibudidayakan dengan sangat baik oleh banyak petani sayuran di Indonesia. Salah satu jenis sayuran yang mungkin menjadi salah satu favorit kita adalah caisim atau biasa juga disebut sawi. Tanaman caisim ini sangat mudah dikembangkan dan juga mempunyai banyak manfaat, sehingga banyak yang menyukai dan memanfaatkan tanaman ini.

Jenis-jenis

Ada beberapa jenis-jenis caisim yang mungkin sering kita jumpai,diantaranya adalah caisim putih atau caisim jabung), caisim hijau, caisim huma, caisim keriting,caisim monumen, dan yang paling banyak dijumpai adalah caisim bakso.

Ciri-ciri

Ciri-ciri yang dapat kita jumpai pada tanaman ini adalah tangkai daunnya panjang, bewarna putih kehijauan. Untuk daunnya lebar memanjang, tipis, dan memiliki warna kehijauan. Rasanya adalah segar, renyah, dan memiliki rasa sedikit pahit. Dengan rasa-rasa tersebut, anda tidak hanya bisa menggunakan tanaman ini untuk ditumis atau dioseng, tetapi anda juga bisa menambahkan pada menu mie ayam dan bakso.

Manfaat

Ada beberapa manfaat yang sangat baik yang bisa diperoleh dari memanfaatkan tanaman ini, diantaranya adalah meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan tulang, mengatasi lendir berlebihan saat anda sedang sakit flu dan batuk (dahak, ingus, dan lain-lain), menurunkan risiko terjadinya kanker dan membantu mengatasi kanker, meningkatkan fungsi organ pencernaan, dan meningkatkan pembuangan racun di dalam tubuh.

Dilihat dari segi manfaatnya yang sangat baik bagi kesehatan tubuh kita, sangatlah baik jika kita mencoba bercocok tanam dengan tanaman ini. Cara dan teknik budidaya tanaman inipun tidaklah sulit karena seperti telah disebutkan di atas bahwa tanaman ini sangat mudah dikembangkan.

Cara Menanam

Jika anda tertarik dengan penanaman tanaman ini, anda dapat dengan mudah melakukannya karena cara menanamnya tidaklah terlalu sulit. Cara tanam dan cara budidaya yang baik perlu anda perhatikan supaya hasil yang didapat pun bisa lebih maksimal. Yang perlu anda perhatikan saat menanam tanaman ini adalah anda harus memperhatikan jarak tanam yaitu berkisar 40×40 cm atau 20×20 cm dalam 1 bedeng dimana dalam satu bedeng terdapat 2 baris tanam, namun untuk caisim putih 1 bedeng dibuat 3 baris dan caisim hijau 5 baris. Lalu, tanamlah tanaman caisim yang berumur kira-kira 3-4 minggu atau yang mempunyai helai daun 3-5 helai. Lalu galilah lubang dengan tangan atau air dengan ukuran 4-8 x 6-10 m. Kemudian satu lubang diisi dengan satu bibit. Saat anda memindahkannya, sebaiknya anda berhati-hati supaya akar dan daunnya jangan sampai rusak.

Perawatan

Untuk memelihara tanaman caisim ini, dapat dilakukan dengan perawatan yang mudah. Pemeliharaan sangat penting dilakukan sehingga hasil yang didapat bisa lebih sempurna. Penyiraman yang rutin dibutuhkan saat mulai dari penyemaian hingga tanaman bertumbuh dewasa, karena air sangat dibutuhkan oleh tanaman ini. Anda dapat melakukan penyiraman sehari sekali, bisa pada pagi hari atau sore hari. Lalu, tahap selanjutnya adalah penjarangan. Penjarangan dapat dilakukan 2 minggu setelah penanaman dengan cara mencabuti tumbuhan yang tumbuh terlalu rapat. Setelah itu, lakukanlah penyulaman dimana tahap ini adalah kegiatan mengganti tanaman yang lama atau mati dan terkena hama diganti dengan tanaman yang baru. Kemudian, jangan lupa untuk menyiangi tanaman caisim anda. Penyiangan dapat dilakukan 2 minggu sekali atau sesuai dengan pertumbuhan gulma di tanaman anda. Setelah berumur 3 minggu, segeralah beri pupuk dengan cara penaburan.

Pin It
←More from Budidaya Sayuran

↑ Back to Top