Teknik Budidaya Ikan Baung

Pin It

Indonesia adalah negara yang memiliki wilaya perairan yang sangat luas. Wilayah yang luas ini tentunya membuat Indonesia mempunyai berbagai jenis ikan. Salah satunya adalah ikan baung. Ikan baung adalah jenis ikan tawar yang berasal dari Indonesia. Populasi ikan baung paling banyak terletak di daerah Kampar, Riau. Di sana banyak kita jumpai rumah makan yang menyediakan ikan baung sebagai menu andalan. Meskipun cara budidayaikan baung masih sulit dan belum begitu populer, namun banyak orang yang mulai tertarik untuk memelihara ikan baung.

Pematangan Gonad

Teknik beternak ikan baung adalah dengan mematangkan gonad terlebih dahulu. Pematangan ini bisa dilakukan di kolam tanah maupun bak. Untuk pematangan dalam kolam tanah caranya adalah dengan menyiapkan kolam berukuran 50 m2. Pertama kosongkan kolam dari air dan sebagainya sekitar 2-4 hari. Cek semua bagian kolam agar bisa berfungsi dengan baik. Lalu isi kolam dengan air setinggi 50-70 cm secara terus menerus. Masukkan 300 ekor induk ikan baung berukuran sekitar 1 kg. Pastikan bahwa induk jantan dan betina ditempatkan secara terpisah.  Untuk makan, gunakan pelet khusus lele dumbo sebanyak 3% setiap hari.

Seleksi Induk

Induk jantan dan betina memiliki perbedaan pada tubuhnya. Induk betina memiliki perut gendut, gerakan yang lamban dan warna tubuh agak kusam sedangkan induk jantan gerakannya lebih licah, tubuh berwarna kemerah-merahan dan bercahaya.

Menyuntikkan Ovaprim / Hypopisa

Cara ternak selanjutnya adalah dengan menyuntikkan ovaprim. Ovaprin adalah hormone perangsang untuk induk betina. Gunakan 0.3 mil ovaprim untuk tiap kilogram induk betina. Pisahkan induk yang sudah disuntikke bak yang terpisah dan biarkan sekitar 10 jam. Selain ovaprim, penyuntikan juga bisa dilakukan dengan hypopisa yang diambil dari ikan mas. Ikan yang sudah disuntik kemudian dipisahkan dan dibiarkan selama 10 jam.

Pengeluaran Telur

Setelah 10 jam, dilakukan cara beternak selanjutnya yaitu pengeluaran telur. Untuk proses ini, siapkan dulu bahan-bahan yang diperlukan seperti 3 buah baskom plastik, 1 botol Natrium chloride, 1 bulu ayam, dan kain lap. Caranya tangkap induk betina terlebih dahulu, lalu keringkan menggunakan lap. Dibutuhkan dua orang untuk memegang ikan. Yang satu memegang kepala, sementara yang lain memegang ekor. Pijit perut ikan baung ke arah lubang telur. Gunakan baskom untuk menampung telur yang keluar. Kemudian campurkan larutan sperman ke telur dan aduk hingga rata menggunakan bulu ayam. Jangan lupa tambahkan natrium chlorida dan aduk kembali. Bersihkan telur dari darah.

Penetasan Telur

Teknik budidaya penetasan telur ikan baung bisa dilakukan dalam dua media, yaitu bak tembok dan akuarium.

Pendederan

Tahapan selanjutnya adala melakukan pendederan. Proses ini dilakukan sebanyak tiga kali dalam kolam tanah. Pendederan pertama dilakukan dengan cara mengeringkan kolam terlebih dahulu. Setelah diperbaiki, isi kolam dengan kotoran ayam atau puyuh sebanyak 5-7 karung. Isi air setinggi 40 cm dan biarkan selama 5 hari. Kemudian masukkan 50.000 ekor larva di dalamnya. Berikan makanan berupa pelet. Bibit siap dipanen dalam waktu 3 minggu.

Pendederan 2 dan 3 dilakukan dengan langkah yang sama seperti pendederan sebelumnya. Yang berbeda adalah jumlah benih yang dimasukan ke kolam. Pada pendederan 2, masukan 30.000 ekor benih hasil pendederan 1. Benih siap dipanen dalam sebulan. Sedangkan pada pendederan 3, masukan 20.000 ekor hasil pendederan 2 dan dalam waktu sebulan, benih siap dipanen.

Pembesaran Ikan

Kolam yang dilakukan untuk pembesaran ikan baung berukuran 200 m2. Satu kolam bisa digunakan untuk menghasilkan 400-500 kg ikan baung berukuran 125 gram.

Pin It
←More from Budidaya Ikan

↑ Back to Top