Cara Budidaya Jagung Hibrida: Panduan Awal

Pin It

Jagung merupakan salah satu tanaman terbaik di iklim tropis. Apalagi Indonesia memiliki lahan potensial untuk tanaman yang juga menjadi bahan pangan pokok ini. Selain itu, cara budidaya jagung bisa dilakukan secara mandiri atau kolektif. Pastinya, untuk mendapatkan hasil panen maksimal, perlu diperhatikan beberapa teknik pembibitan, pengembangan dan perawatan secara tepat. Sementara itu, Anda perlu mengawasi beberapa ancaman penyakit dan hama yang bisa menyerang tanaman jagung di saat-saat tak terduga. Berikut ini merupakan beberapa langkah pengembangan tanaman jagung hibrida yang diharapkan bisa lebih efektif dan efisien. Beberapa langkah tersebut adalah penanaman, pemupukan, irigasi, pengendalian hama dan masa panen.

Pengolahan Tanah

Sebagai langkah awal dalam teknik budidaya jagung hibrida, pastikan bahwa pengolahan tanah akan diterapkan sebaik mungkin. Anda bisa memilih beberapa lahan yang dianggap cukup baik, meskipun jagung sendiri bisa beradaptasi selama memiliki kelembaban tanah yang pas. Jika Anda ingin mendapatkan tanah subur, olahlah dengan pupuk kandan supaya lahan menjadi lebih gembur. Untuk jarak tanam, ukurlah sesuai dengan perkiraan masa tumbuh dari tiap tanaman. Untuk setiap benih, masukkan ke dalam lubang sedalam 5 cm. Sangat dianjurkan untuk merendamnya dalam larutan khusus di malam hari supaya benih tersebut lebih sehat dan kuat. Aduk dan campurlah ke dalam seember air untuk 1 kg setiap benih jagung.

Pemupukan

Selanjutnya, perhatikanlah teknik pemupukan. Anda bisa memilih antara pupuk alami atau pupuk buatan pabrik. Sebaiknya, gunakan sesuai kebutuhan dan konteks lokasi yang Anda pilih. Bagaimana pun juga, teknik menanam jagung terlihat sangat mudah. Namun jika tidak dilandasi oleh alasan dan keputusan tepat, Anda akan kesulitan dalam mengelolanya.

Sistem Irigasi

Langkah berikutnya ialah dengan mengatur sistem irigasi bagi tanaman jagung. Ini adalah salah satu bagian penting dari cara menanam jagung. Jika lahan tidak memiliki pasukan air yang memadai, cara tanam yang telah Anda persiapkan akan jadi percuma. Sementara itu, bercocok tanam juga membutuhkan tips penting apalagi jika akan menerapkan sistem pengairan. Untuk sebuah lahan, buatlah parit-parit kecil yang berfungsi mengalirkan air ke setiap tanaman jagung.

Sebelum pembibitan, buatlah aliran air dari pompa-pompa di sekitar lahan. Namun pastikan bahwa itu tidak akan menggenangi lahan jagung. Hal paling penting adalah kelembaban dari tanah. Sedangkan menjelang masa panen, hentikan aliran air untuk proses pengeringan pohon jagung.

Ciri-ciri Jagung Bermutu

Selama masa pertumbuhan, Anda bisa mengamati beberapa ciri penting dari jagung yang bermutu. Beberapa ciri tersebut antara lain adalah batang yang terlihat kokoh dan besar, pertumbuhan merata di lahan, daun yang terlihat hijau segar. Namun Anda bisa menerapkan teknik mempercepat panen selama tidak akan berpengaruh pada mutu dari jagung-jagung di lahan tersebut.

Sebagai salah satu tanaman tropis yang dianggap tahan banting, jagung sebenarnya memiliki kelemahan terhadap hama dan jamur. Apalagi jika Anda tidak memeriksanya secara berkala. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan pengendalian hama dan jamur. Untuk masalah keamanan, Anda bisa membangun pagar di sekeliling lahan. Meski itu bukan jaminan utama karena ada ancaman lain seperti jamur dan penyakit. Nah, aturlah sebaik mungkin jadwal untuk insektisida. Anda bisa memperoleh beberapa fungisida dan pestisida yang tepat bagi jagung hibrida. Selanjutnya, perhatikan takaran dosis yang tepat sebelum penyemprotan. Untuk masa panen, lakukan secara cermat dengan memilah hasil-hasil yang terkena jamur. Anda bisa melakukan pengupasan biji jagung secara manual atau dengan bantuan mesin.

Pin It

↑ Back to Top