Teknik dan Cara Budidaya Kacang Panjang untuk Panen yang Maksimal

Pin It

Bercocok tanam dapat menjadi salah satu aktifitas yang dapat menjadi jalan memperoleh penghasilan tambahan maupun penghasilan pokok. Kita dapat mencoba budidaya beragam jenis tanaman yang banyak diminati dan dibutuhkan masyarakat. Salah satu ide yang dapat dipilih untuk dibudidayakan ialah kacang panjang. Mengetahui cara budidaya kacang panjang memang penting, termasuk teknik menanam, perawatan, dan juga pemanenannya.

Mengapa kacang panjang? Tentu saja, karena pembudidayaan kacang panjang tidak begitu sulit. Tanaman kacang panjang dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Selain cara budidaya dan penanamanyang cenderung mudah, konsumsi kacang panjang bagi masyarakat sangatlah tinggi karena kandungan kancang panjang yang kaya akan vitamin, serat, mineral, dan nutrisi yang baik bagi kesehatan.

Meskipun tidak sulit menanam kacang panjang, tentu tanaman ini tetap memerlukan cara tanam yang tepat. Salah satunya ialah pemilihan tanah yang gembur, mengandung banyak humus, dan juga subur. Selain itu pengairan yang baik juga sangat diperlukan dengan menghindari tanah yang tergenang air. Untuk pH yang sesuai ialah sekitar 5.5 hingga 6.5. Untuk waktu tanam yang cocok ialah saat musim kemarau.

Jenis Kacang Panjang

Selain mengetahui cara budidaya kacang panjang, kita juga perlu mengetahui jenis pohon atau tanaman ini. Kacang panjang pada dasarnya terbagai menjadi dua jenis, yakni jenis tak merambat dan juga jenis merambat. Untuk jenis yang sering dibudidayakan ialah yang berjenis merambat. Ciri dari kacang panajng merambat ialah tanaman atau pohonnya membelit dan merambat serta buahnya memiliki panjang kurang lebih empatpuluh hingga tujuhpuluh senti. Warna dari buahnya ialah putih kehijau-hijauan hingga hijau tua.

Mempersiapkan Area atau Lahan untuk Kacang Panjang

Hal pertama yang perlu dilakukan ialah dengan membuat bedengan yang memanjang dari arah timur ke arah barat. Kemudian pemupukan juga perlu dilakukan pada tanah bedengan tersebut. porsi pupuknya ialah sekitar duapulu hingga duapuluh lima ton per hektar untuk dosis pupuk kandang. Setelah kurang lebih tiga mingguan dapat ditambahkan pupuk urea dan juga dilakukan pengairan. Terakhir tutup bedengan dengan plastic berwarna hitam.

Mempersiapkan Benih Kacang Panjang

Persiapan benih pun harus diperhatikan dalam cara budidaya kacang panjang. Tentu benih yang bagus merupakan bibit yang bagus pula. Benih yang dapat dipilih ialah yang berusia tua, utuh, dan juga sehat. Kita dapat memperolehnya di toko benih pertanian. Untuk per hektarnya, kita akan memerlukan benih kurang lebih duapuluh kilogram.

Cara Menanam Kacang Panjang

Setelah lahan dan juga benih siap, tentu kita akan masuk pada tahap penanaman. Tentu, perlu diketahui cara menanam kacang panjang yang tepat. Pertama, buatlah lubang pada plastic bedengan untuk menanam benih. Jaraknya penanaman adalah sekitar 60×30 senti. Kemudian benih ditanam dengan cara tunggal dalam lubang tersebut. kemudian, penyulaman untuk bibit yang gagal dapat dilakukan satu minggu setelah penanaman.

Perawatan Tanaman Kacang Panjang

Selain cara persiapan lahan dan bibit, serta penanaman yang tepat, perawatan tanaman yang tepat juga sangat diperlukan sebagai bagian dari teknik budidaya yang tepat. perawatan yang pertama ialah penyiraman dan pengairan. Kita dapat menyiramnya tiap hari, dan ditingkatkan intensitasnya saat tanaman sudah mulai berbunga maupun berbuah. Dau minggu setelah penanaman, kita dapat segera memasang ajir sebagai media rambat tanaman.

Penyiangan juga menjadi unsure penting dalam perawatan tanaman. Lakukan penyiangan setelah kita memupuk tanaman atau pada saat terdapat gulma. Setelah tiga minggu paska penanaman, penambahan pupuk urea dapat dilakukan dengan dosis duapuluh lima kilo per hektarnya. Untuk penyemprotan, beberapa jenis hama dapat dimusnahkan dengan menyemprot insektisida maupun pestisida.

Pemanenan dan Pasca Pemanenan

Setelah kita membahas mengenai cara budidaya kacang panjang, pasti kita tidak akan mengalami kesulitan lagi karena cara budidaya tanaman ini cenderung sederhana. Kita hanya perlu mengetahui tips dan triknya saja, termasuk dalam pemanenan dan pasca pemanenan dari budidaya kacang panjang kita.

Untuk pemanenan, biasanya panen kali pertama dilakukan pada usia tanam lima puluh hari. Kriteria bahwa tanaman kacang panjang tersebut siap panen ialah buah polongnya sudah padat dan memiliki warna hijau yang segar. Tanaman ini dapat diproduksi hingga berusia kurang lebih empat bulan. Jarak panen adalah sekitar lima hari. Untuk tiap hektarnya, biasanya dapat menghasilkan sekitar lima ton kacang panjang.

Untuk pasca panen, tentu kita juga perlu memperhatikan beberapa hal. Beberapa tips berikut dapat kita ikuti.

  • perhatikan umur pemetikan yang tepat.
  • Ikat kacang panjang setelah dipanen dan simpan hasil panen pada tempat yang lembab dan juga dingin.
  • Hindari luka atau goresan yang terjadi pada buah yang dapat mengakibatkan buah rusak dan busuk.

Dengan strategi dan cara budidaya kacang panjang yang tepat dan sesuai, maka hasil panen akan maksimal. Selain itu, cara pemanenan yang tepat juga akan berpengaruh, termasuk cara memperlakukan hasil panen kita. Jadi tips dan teknik-teknik tersebut perlu diperhatikan.

Pin It
←More from Budidaya

↑ Back to Top