Cara Budidaya Kangkung Darat

Pin It

Budidaya Kangkung

Siapa yang tidak kenal dengan tanaman kangkung. Tanaman yang termasuk salah satu sayur-mayur ini memang termasuk tanaman yang mudah ditemukan di mana-mana. Selain bayam, sepertinya sayur yang satu ini memang merupakan dagangan wajib para tukang sayur yang dengan setiap selalu menawarkan dagangannya kepada ibu-ibu di rumah.Walaupun kangkung bukanlah sayur asli dari Negara kita, namun berbagai resep kangkung tradisional memang sudah mempopuler di berbagai daerah di Indonesia. Ini menyebabkan para penggemar kangkung selalu bertambah.

Tidak seperti pembudidayaan berbagai tanaman lainnya seperti pohon cengkeh yang cenderung memiliki tingkat kesulitan tinggi,teknik menanam kangkung bisa dibilang sangat sederhana dan mudah. Namun demikian, harga dari kangkung sendiri memang bukanlah tanaman dengan harga yang mahal dan cenderung tidak tahan lama. Oleh karena itu, untuk menanam kangkung dan mendapatkan hasil yang baik, anda harus mengetahui benar bagaimana cara budidayanya.

Tanaman kangkung dapat dibagi menjadi dua macam jika dilihat dari tempat penanamannya. Jenis-jenis kangkung adalah:

  1. Kangkung Air

Kangkung air hidup di daerah yang berair atau basah.

  1. Kangkung Darat

Kangkung darat berhabitat di tempat yang kering.

Teknik Budidaya Kangkung Darat

Teknik budidaya kangkung darat cukup sederhana. Dimulai dengan menanam bibit kangkung di daerah yang telah disiapkan. Kangkung darat memiliki cirri-ciri fisik seperti berdaun panjang, ujung daun runcing, daun berwarna hijau keputihan dan memiliki bunga yang warnanya juga putih. Bibit kangkung darat adalah bijinya dan untuk kebutuhan penanaman kangkung darat dengan luas wilayah sekitar satu hektar, anda akan membutuhkan sekitar 10 kg kangkung cabut.

Perawatan Kangkung Darat

Cara budidaya kangkung darat memang tidak sulit. Untuk perawatannya, selain anda harus melakukan penyiraman dengan rutin serta pemeriksaan akan adanya hama penyakit, anda juga harus melakukan pemupukan untuk memastikan bahwa tanaman kangkung anda mendapatkan asupan berbagai zat yang dibutuhkannya. Jika daun berubah menjadi kekuningan, itu berarti ada yang kurang dalam perawatannya atau kekurangan suatu zat yang bisa didapatkan dari memupuk.

Tips untuk bercocok tanam kangkung darat secara baik juga bisa dilakukan dengan melakukan penyiangan terhadap gulma secara teratur. Ini untuk memastikan bahwa gulma tidak akan mengambil semua zat yang dibutuhkan kangkung dan memang sedianya anda berikan untuk kebutuhan tanaman kangkung anda. Hama merupakan salah satu penganggu ancaman, oleh karenanya anda harus mengetahui cara menanam sekaligus untuk menghilangkan segala gangguan terhadap kangkung.

Panen

Jika anda berhasil melakukan cara tanam yang baik, maka anda akan memanen hasil yang baik. Cara panen biasanya dilakukan dengan mencabut atau memotong kangkung di bagian pangkal batangnya. Jika anda melakukan pencabutan, biasanya anda hanya akan dapat melakukan satu kali panen saja. Namun jika dipotong, maka anda bisa melakukan beberapa kali panen, biasanya antara 3 – 5 hari. Panennyapun biasanya sangat cepat, hanya membutuhkan 5 – 7 hari saja. Oleh karena itu, setiap bulannya anda bisa sampai 6 kali panen. Selain itu, anda untuk menanam kangkung memang tidak membutuhkan daearh yang luas, sehingga, hanya dengan 10 m persegi saja, anda bisa mendapatkan hasil sampai dengan 30 – 35 kg.

Setelah dipanen, biasanya kangkung harus dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran dan tanah. Jika kangkung akan dijual ke pasar tradisional, maka biasanya kangkung hanya akan diikat saja dan kemudian diangkut. Namun jika akan dijual ke supermarket ataupun hotel, biasanya membutuhkan proses pengepakan tersendiri untuk menjamin kesegaran kangkung ketika sampai di tangan konsumen.

Pin It
←More from Budidaya Sayuran

↑ Back to Top