Cara Budidaya Pohon Jabon

Pin It

Jabon boleh dikatakan merupakan komoditas kayu yang kini menjadi primadona setelah sengon tidak lagi berjaya akibat serangan tumor yang membuat banyak petani merugi. Tanaman jabon yang tumbuh cepat dan sudah bisa dipanen saat berusia minimal 5 tahun merupakan salah satu alasan tanaman ini menjadi semakin diminati selain karakteristik kayu jabon yang mirip dengan kayu sengon. Untuk menuai kesuksesan dalam bertanam jabon, berikut ini adalah cara budidaya yang sebaiknya diikuti.

Penyemaian Benih

Proses pembibitan merupakan proses yang sangat penting dalam upaya bercocok tanam jabon karena kecepatan tumbuh dan kualitas kayu akan sangat bergantung pada bibit yang ditanam nanti. Untuk mendapatkan bibit terbaik, benih jabon perlu disebar pada media pasir halus yang ditempatkan pada bak plastik yang bagian bawahnya sudah diberi lubang.

Bak berisi sebaran benih perlu diletakkan di bak lain yang berisi air agar air merambat melewati lubang-lubang yang telah dibuat pada bak persemaian. Pada proses persemaian ini, penyakit perlu dikontrol agar risiko dumping off berkurang. Hasil bibit dengan daun berukuran 1 cm² bisa dipindahkan ke polybag dengan campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1.

Penanaman

Jarak tanam pohon jabon yang direkomendasikan adalah 4 x 5 m agar diameter batang berkembang optimal. Hal ini disebabkan oleh jarak lingkaran tersebut sesuai dengan wilayah penyerapan unsur hara maksimal oleh akar jabon. Namun, pola penanaman dengan jarak 4 x 4 m juga bisa dilakukan dengan kondisi lahan yang sesuai.

Daerah yang tepat untuk tanaman jabon adalah daerah beriklim tropis basah dengan jenis tanah alluvial lembab yang bisa ditemukan di pinggir sungai atau daerah pasang surut, tanah lempung, dan tanah podsolik coklat. Jabon sendiri lebih sering dijumpai di daerah sumatera terutama di wilayah yang mempunyai karakteristik tanah tersebut seperti aceh.

Cara Penanaman

Permulaan cara tanam jabon yang baik haruslah dilakukan dengan membuka lubang tanam berukuran 40 x 40 x 50 cm untuk bibit yang mempunyai ukuran tinggi 40-50 cm. Pupuk kompos dan 2,5 gram pupuk NPK dicampur kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam. Pupuk diendapkan di lubang kemudian diberi lubang sedalam 30 cm.

Lalu, cara menanam selanjutnya yang harus dilakukan adalah menanam bibit jabon secara langsung atau menunggu hingga 3-7 hari terlebih dahulu. Berikut ini merupakan teknik menanam yang baik. Polybag bibit yang akan ditanam harus dibuka terlebih dahulu dan perlu ditempatkan dengan rata pada lubang. Barulah lubang yang tersisa ditutup dengan tanah setinggi 20 cm tanpa perlu terlalu dipadatkan. Lubang disisakan dengan ketinggian 10 cm sebagai kantong air.

Perawatan Tanaman

Segala teknik budidaya jabon tentu tidak bisa dipisahkan dari proses perawatan yang tepat agar tanaman tumbuh optimal baik itu berupa tanaman jabon putih maupun tanaman jabon merah. Pestisida perlu disemprotkan secara aktif setiap 1-2 minggu selama 3-5 bulan dengan tujuan memastikan bahwa daun jabon tidak akan habis dimakan ulat. Teknik pemeliharaan dengan penyemprotan pestisida sudah bisa dihentikan saat pohon jabon sudah mempunyai daun yang cukup banyak.

Pemupukan Tanaman

Pertumbuhan tanaman jabon akan sangat bergantung pada unsur hara yang tersedia di tanah dan penyerapannya. Pemupukan minimal bisa dilakukan hingga tanaman jabon berusia 3 tahun. Selewat jabon berusia 3 tahun, dekomposisi unsur hara dalam tanah sudah terjadi secara berkesinambungan sehingga pemupukan tidak diperlukan lagi. Namun, agar hasil lebih optimal, pemupukan bisa dilakukan hingga batas umur panen (5-6 tahun).

Mulai awal tanam hingga usia 1 tahun, 1 sendok makan pupuk NPK ditabur pada pangkal batang tanaman, tetapi dijaga jangan sampai pupuk menumpuk atau bahkan mengenai batang. Pada usia 1-2 tahun, pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang, kompos, atau bokhasi sejumlah 10 kilogram dengan tambahan pupuk NPK 250 gram. Menginjak usia 2-3 tahun, pupuk kandang, kompos, atau bokhasi ditingkatkan menjadi 20 kilogram dan disertai dengan 750 gram pupuk NPK.

Pemupukan juga bisa dilakukan tanpa pupuk kimia dengan jumlah takaran yang berbeda. Pupuk organik diberikan sejumlah 30 kilogram saat tanaman berusia 1-2 tahun dan 30 kilogram saat tanaman berusia 2-3 tahun.

Pupuk organik yang berupa pupuk kandang, kompos, maupun bokhasi sangat penting karena berfungsi sebagai penyerap yang akan menyimpan unsur hara dan mineral dalam tanah serta melancarkan pertukaran kation di dalam tanah. Pemberian pupuk kimia tanpa pupuk organik akan percuma karena tanah menjadi jenuh sehingga mineral pupuk kimia tidak bisa terurai ke dalam tanah.

Jadi, untuk mendapatkan hasil tanaman jabon yang bisa dijadikan investasi yang lebih singkat daripada tanaman jati, pupuk organik tidak boleh dilupan. Sedikit tips untuk mendapatkan hasil yang sesuai, pupuk kandang yang akan digunakan sebaiknya dipilih yang sudah matang. Hal ini ditandai dengan pupuk yang tidak lagi berbau kotoran, tidak panas, dan berbau humus.

Agar penyerapan makanan lewat akar bisa berjalan optimal tanpa gangguan, kebersihan di sekitar pohon perlu dijaga paling tidak hingga tanaman berusia 1 tahun dengan cara mengumpulkan sampah dalam bentuk cincin di sekeliling batang pohon dengan radius 1 meter. Agar bisa terurai dengan cepat, sampah tersebut bisa disiram dengan bakteri pengurai untuk mempercepat proses fermentasi. Setelah daya serap akar cukup kuat, sampah sudah bisa dibiarkan begitu saja.

Pin It
←More from Budidaya Pohon

↑ Back to Top