Category Archives: Budidaya Pohon

Teknik Budidaya Kayu Sengon (Albasia)

Sengon atau albasia adalah jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Pohon sengon mampu mencapai tinggi sekitar 30-45 meter dengan diameter sebesar 70-80 cm. Kayu sengon memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti tiang bangunan rumah, pagar, perabotan rumah tangga, tangkai korek api, kertas dan lain sebagainya. Pohon sengon memiliki prospek bisnis yang cukup bagus. Kebutuhan akan pohon sengon mencapai lebih dari 500.000 m3 per tahun. Selain itu, terdapat jaminan pemasaran yang memungkinkan sengon memiliki harga jual yang tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Berikut ini adalah cara budidaya pohon sengon.

Persiapan Pembibitan

Cara menanam sengon membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang cukup. Teknik budidaya sengon adalah melalui biji. Jumlah biji sengon yang diperlukan tergantung dari luas lahan yang akan ditanam. Untuk mempercepat perkecambahan biji sengon dilakukan dengan cara merendam benih sengon pada air mendidih sekitar 15-30 menit. Lalu dinginkan benih dalam air dingin sekitar 24 jam.

Memilih Lokasi

Lokasi sengon menentukan tingkat keberhasilan pertumbuhan sengon tersebut. Pilihlah lokasi tempat yang datar dan memiliki sumber air yang mudah dijangkau. Pastikan kondisi tanahnya subur dan tidak mengandung tanah liat. Usahakan lokasi lahan dekat dengan jalan angkut untuk mempermudah pengangkutan saat panen.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan adalah kegiatan membersihkan lahan dari berbagai tanaman pengganggu yang bisa mempengaruhi pertumbuhan pohon sengon. Secara umum ada tiga cara yang dilakukan dalam persiapan lahan, yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Tahapan dalam kegiatan persiapan lahan adalah pembersihan lahan dan pengolahan lahan. Pembersihan lahan dilakukan dengan cara penebasan tumbuhan penggaggu seperti semak belukar dan padang rumput. Pengolahan lahan dilakukan dengan cara mencangkul dan membajak tanah untuk memperbaiki struktur tanah tersebut.

Proses Penanaman

Mula-mula dilakukan pembuatan ajir tanam dari bambu atau kayu. Ajir bermanfaat untuk mempermudah penanaman bibit sengon karena sudah ada tanda di mana bibit harus ditanam. Kemudian lakukan pembuatan lubang pada ajir tadi. Lubang yang bagus untuk menanam bibit sengon berukuran 30 x 30 x 30 cm. Selanjutnya lakukan pengangkutan biji dari lokasi persemaian ke penampungan bibit sementara. Langkah selanjutnya adalah penanaman bibit. Cara tanam bibit dilakukan dengan hati-hati supaya bibit tidak cepat rusak.

Perawatan Tanaman

Secara umum ada 5 tahap kegiatan yang dilakukan pada perawatan tanaman, yaitu penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. Penyulaman adalah penggantian tanaman yang mati dengan tanaman baru. Penyiangan adalah kegiatan membersihkan tanaman pengganggu yang berada di sekitar tanaman pokok. Pendangiran adalah penggemburan tanah untuk memperbaiki struktur tanah yang ada di sekitar tanaman pokok. Pemangkasan adalah pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. Penjarangan adalah penebangan pohon untuk memberikan ruang tambahan bagi tanaman sengon yang masih tinggal.

Panen dan pasca panen

Pohon sengon akan siap panen pada usia 5-7 tahun. Pada usia itu, sengon sudah bisa digunakan untuk berbagai kegiatan pertukangan, pembuatan kertas dan kayu bakar. Dalam memanen sengon, dilakukan perencanaan terlebih dahulu yang meliputi pembangunan jaringan angkutan, kebijakan finansial dan penetapan biaya finansial. Penebangan sengon dilakukan dengan tiga teknik, yaitu takik balik, takik rebah dan arah rebah. Pastikan jika arah rebah sudah diperhitungkan dengan seksama untuk menghindari penurunan kualitas. Kemudian lakukan pembersihan cabang, ranting dan pembagian batang. Selanjutnya dilakukan proses penyaradan. Proses ini menggunakan bantuan buruh tani dan hewan. Aktivitas pasca panen ada 2, yaitu pengangkutan dan pengolahan.

Cara Budidaya Mahoni

Tanaman Mahoni

Tanaman mahoni yang memiliki nama latin Swietenia mahagoni jacq cukup dikenal di Indonesia karena pohon ini bisa tumbuh dengan baik di daerah tropis. Tanaman ini berasal dari meliaceae familia. Pohon mahoni merupakan salah satu pohon dengan nilai tinggi dikarenakan banyaknya manfaat yang dihasilkan oleh pohon ini. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan bisa menghasilkan kayu mahoni keras yang digunakan untuk perabotan. Getah mahoni juga bisa digunakan sebagai bahan perekat. Selain pohon, buah mahoni juga memiliki manfaat, diantaranya bisa memperlancar peredaran darah. Pohon mahoni juga banyak digunakan untuk program penghijauan kembali di banyak wilayah di Indonesia untuk mendapatkan keasrian dan kesegaran udara yang dihasilkan dari lebatnya daun mahoni.

Kayu mahoni mulai dapat digunakan sebagai bahan kerajinan ketika umurnya telah mencapai 10 tahun. Sementara itu, cabang mahoni dapat dipergunakan untuk bahan bakar. Pada umur lebih dari 15 tahun, tanaman ini akan menjadi kuat. Pengambilan biji mahoni dilakukan setelah berumur 7 tahun. Bijinya berbentuk pipih, berwarna hitam atau coklat. Buah mahoni berbentuk bulat, berlekuk lima, dan berwarna coklat. Tanaman ini mengandung saponin dan flavonida.

Teknik Budidaya Mahoni

Hal pertama yang dilakukan dalam cara budidaya mahoni adalah pembibitan. Pengembiakan untuk mendapatkan bibit bisa dilakukan dengan cangkok, okulasi, atau melalui biji. Melalui biji adalah cara yang paling baik. Bibitmahoni ditanam dalam tanah yang dibungkus dengan plastik. Kemudian, langkah selanjutnya adalah menyiapkan lapangan untuk penanaman mahoni. Dengan adanya lapangan penanaman yang memadai, maka pengawasan dan pengelolaan mahoni bisa dilakukan lebih mudah dan teratur. Areal penanaman dibagi menjadi blok-blok petak. Setelah itu, lapangan perlu dibersihkan dengan cara menebangi pepohonan sisa dan membiarkan pepohonan yang tidak boleh ditebangi kemudian membakar sampah yang berupa alang-alang, rerumputan, serta semak belukar. Setelah lahan siap, maka dilakukan pengolahan tanah. Tanah pada tempat yang padat dicangkul sedalam 20-25 cm. Tanah yang berupa bungkalan dihancurkan, sementara tanah pada jalur tanaman dibersihkan serta dihaluskan untuk dibuat menjadi lubang tanaman.

Teknik budidaya selanjutnya adalah penanaman dan pemeliharaan. Cara tanam dimulai dengan pengangkutan bibit dari tempat persemaian ke areal penanaman. Bibit harus disusun dengan sangat hati-hati sehingga tidak mengalami kerusakan. Waktu penanaman yang paling baik adalah pada musim penghujan. Jarak tanam juga harus diperhatikan agar tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh. Cara menanam bibit mahoni adalah dengan menyobek plastik pembungkus tanah, kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang yang telah digali dan selanjutnya ditimbun kembali.

Pemeliharaan Mahoni

Pemeliharaan pohon mahoni dilakukan melalui teknik penyulaman, penyiangan, pendangiran, dan pemupukan. Penyulaman harus dilakukan pada tahun pertama selama musim penghujan berlangsung. Penyiangan dimaksudkan untuk membebaskan tumbuhan pengganggu. Hal ini sebaiknya dilakukan pada 2 tahun pertama. Pendangiran merupakan cara untuk menggemburkan tanah di sekitar mahoni menjadi selebar lubang tanam. Setelah kedua teknik tersebut, pemupukan dilakukan dengan menaburkan pupuk di sekeliling mahoni. Tanaman ini memerlukan air yang cukup dan kelembaban tanah yang terjaga. Kegiatan pemeliharaan ini dilakukan untuk mendapatkan hasil pohon mahoni yang baik dan sesuai harapan.

Pohon mahoni biasanya diserang oleh hama dan penyakit layaknya tanaman lain. Hama dan penyakit dapat diberantas dengan cara membuang bagian tumbuhan yang terserang hama. Pemberantasan bisa pula dilakukan dengan menggunakan obat-obat kimia sehingga hama dan penyakit yang menyerang tanaman mahoni mati. Selain itu, tumbuhan mahoni sangat mudah terkena kebakaran sehingga pencegahan kebakaran juga harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan kandungan getah dalam pohon mahoni. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kebakaran adalah dengan membuat jalur sekat. Cara tersebut sangat membantu mencegah terhindarnya pohon mahoni dari ancaman kebakaran.

Teknik Budidaya Cendana

Cendana merupakan salah satu jenis pohon yang terkenal sejak jaman penjajahan bahkan raja-raja. Salah satu alasannya adalah alasan ekonomi yang dimiliki oleh pohon Cendana yaitu sebagai penghasil minyak Santalol yang memiliki kualitas bagus diantara jenis tanaman lain. Secara umum, Cendana dapat ditanam dan tumbuh baik pada tanah dengan lahan yang berbatu-batu dan kurus, serta memiliki tekstur lempung, dengan lsolum tipis-dalam, keasaman atau pH netral hingga alkalis, dan juga harus perairan yang baik. Untuk curah hujan sekitar 600-200 mm.tahun dengan suhun 10 hingga 35 derajat C. Untuk ketinggianya, Cendana dapat ditanam dari ketinggian 0 hingga 1200 meter.

Kondisi Lahan untuk Budidaya Cendana

Untuk teknik budidaya Cendana sebenarnya tidak terlalu sulit. Kondisi lahan yang saya jelaskan tersebut mudah ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia. Kemudian untuk cara budidaya Cendana agar tumbuh optimal, Cendana juga memerlukan tanaman inang selama proses persemaian hingga ditanamkan di lapangan karena Cendana bersifat semi parasit. Untuk tanaman atau pohon sebagai inangnya dapat digunakan saat di persemaian atau inang primer seperti tumbuhan krokot atau Alternanthera, Crotalaria Juncea atau orok-orok, dan Deamanthus Virgatus. Kemudian saat ditanam dilapangan beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan inang sebagai inang skunder adalah tanaman Johar, Turi, dan Lamtoro. Namun berdasarkan kebutuhan inang dan wilayah untuk Cendana, wilayah Nusa Tenggara dan Bali merupakan wilayah yang paling cocok untuk ditanami Cenana. Pada umumnya wilayah NTT merupakan wilayah yang terbaik karena wilayahnya berbatu serta iklim yang cocok yaitu iklim tipe D dan tipe E.

Nilai Ekonomi Pohon Cendana

Untuk nilai ekonomi dari kayu Cendana sangat tinggi. Untuk perhitungannya dari panen pohon Cendana sedikit berbeda dengan jenis kayu-kayuan lain. Penghitungnya berdasarkan berat dari kayunya, bukan dari volume. Untuk jenis kayu teras, harga pasaran Cendana dari Nusa Tenggara Timur asli mencapai Rp 500.000 setiap kg. Dalam setiap pohon Cendana yang sudah berumur 25 sampai 30 tahun, akan menghasilkan kayu Cendana sekitar 50 kg kayu teras. Salah satu mengenai panen Cendana, semakin tua umurnya, kayu teras yang dihasilkan akan menjadi lebih banyak lagi. Selai itu bagian lainnya yaitu akar, ranting, serbuk dan tunggak laku di perjualbelikan. Oleh karena itu bisnis kayu Cendana sangat menjanjikan.

Cara Menanam Cendana

Berikut ini cara menanam dan teknik budidaya Cendana

Pemilihan Bibit

Yang pertama dalam proses penanaman Cendana adalah memilih bibit biji yang bagus. Caranya adalah dengan merendam biji selama 2 malam atau 48 jam dengan air. Biji yang tenggelam merupakan biji dengan kualitas baik, sedangkan biji yang terapung memiliki kualitas kurang baik. Pilihlah biji yang tenggelam saja untuk ditanam agar hasilnya maksimal.

Penyemaian

Kemudian proses selanjutnya adalah penyemaian. Untuk penyemaian siapkan tanah hitam yang digemburkan. Taburkan biji yang telah direndam tersebut di atas semaian yang telah disiram sebelumnya dengan rata. Nah diatasnya taburkan sedikit tanah hitam tanpa menutupi seluruh biji. Agar proses percambahan semakin cepat sebaiknya anda siram setiap pagi dan sore. Kemudian siapkan polibag kecil yang diisi dengan tanah hitam. Selalu pantau kondisi biji, jika sudah pecah dan keluar tunas kecil, segera pindah ke  dalam polibag. Pastikan anda mengorek biji beserta tanahnya dalam memindahkan ke polibag.

Penanaman dan Perawatan

Selama di polibag, anda hanya perlu melakukan perawatan dengan menyiramnya 2 kali sehari dan menempatkan polibag di tempat yang terkena sinar matahari. Setelah benih tumbuh setinggi 15 cm, anda bisa menanmnya di lahan. Cara tanam Cendana seperti tanaman biasanya. Lahan untuk Cendana tidak harus bersih, justru Cendana dapat tumbuh baik di kawasan semak belukar. Agar memelihara kualitasnya, setelah setinggi 3 meter bagian pucuk harus dipotong terus agar pohon tidak tumbuh terlalu tinggi namun kualitas cabang dapat dipelihara.

Cara Budidaya Jati Super

Jati super tak diragukan lagi merupakan salah satu jenis pohon jati yang seperti kebanyakan jenis jati lainnya, bisa menjadi investasi yang sangat menjanjikan. Oleh karenanya, jika Anda ingin berinvestasi namun Anda agak bingung di bidang apa Anda harus berinvestasi, Anda bisa mencoba melakukan budidaya jati super. Jika Anda berniat untuk melakukan budidaya jati super, tentu saja Anda perlu menguasai beberapa teknik budidaya jati jenis satu ini mengingat pembibitan serta penanaman jenis jati yang satu ini agak berbeda dengan pembibitan dan penanaman pohon-pohon lain. Berikut adalah teknik-teknik pembibitan serta penanaman yang dapat Anda gunakan dalam membudidayakan jati super.

Cara-cara Pembibitan Jati Super

Jika Anda berniat membudidayakan kayu jati super, menguasai teknik pembibitannya tentu menjadi sesuatu yang sangat penting dan pembibitan pohon jati super agak berbeda dengan pembibitan pohon lain. Untuk membibitkan pohon jati super, pertama-tama, Anda harus menjemur biji jati selama 1 sampai 4 hari kemudian merendamnya selama 3 hari penuh. Setelah Anda merendam biji tersebut selama 3 hari, Anda kemudian dapat mulai menyemaikannya. Untuk menyemaikannya, Anda butuh media dan besarnya media tergantung jumlah biji jati. Jika biji jati yang ingin Anda semaikan 1 kg misalnya, Anda bisa menggunakan media dengan panjang kurang lebih 1 m dan lebar 70 cm.

Setelah media penyemaian siap, Anda bisa mengisi media tersebut dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kompos. Ketebalan tanah yang Anda masukkan ke media penyemaian tidak boleh lebih dari 10 cm dan untuk cara penyemaiannya, Anda dapat meletakkan biji jati super yang sudah siap semai tadi di atas tanah tersebut kemudian melapisinya dengan pasir kira-kira setebal 5-10 cm. Pasir sendiri berfungsi untuk memanaskan biji jati dan setelah biji jati terlapisi dengan pasir, Anda bisa menutupnya dengan plastik setinggi 70-80 cm. Namun, sebelum menutupnya dengan plastik, buat dulu kerangka bambu berbentuk melengkung diatas media tersebut agar bisa terjadi penguapan yang membantu proses terbakarnya biji jati. Setelah semuanya siap, siramlah 3 sampai 4 kali seminggu dan setelah 3 minggu, benih jati pun akan menjadi kecambah dan bisa Anda pindahkan kedalam polibag ketika tingginya sudah mencapai 3-5 cm.

Penanaman Pohon Jati Super

Setelah bibit jati yang Anda semaikan siap tanam, Anda bisa mulai menanamnya dan berita bagusnya, cara tanam jati super tidak melibatkan penggunaan lahan tanam dengan kriteria tertentu. Anda cukup menyiapkan lahan dan melubanginya dengan lubang berukuran 40x40x40 cm dan dengan jarak tanam 2×2 m. Jarak tanam sangat penting karena semakin dekat jarak antar tanaman, maka penjarangan harus lebih sering dilakukan dan semakin lebar jarak tanam, akan semakin bagus. Untuk cara menanam pohon jati super, masukkan dulu pupuk kandang kurang lebih 5-10 kg kedalam lubang dan memasukkan bibit jati super ke lubang tersebut setelahnya. Selama pohon jati super Anda tumbuh, jangan lupa untuk melakukan pemupukan setiap enam bulan sekali selama tiga tahun pertama.

Pemanenan Kayu Jati Super

Hal penting lain dalam cara budidaya pohon jati super yang wajib Anda ketahui ketika hendak membudidayakan jati super yaitu usia tepat untuk memanen pohon jati tersebut. Pohon jati super sudah siap panen ketika usianya mencapai usia 15 tahun dan diameternya kurang lebih 40 cm meskipun diameter pohon yang satu bisa saja berbeda dengan pohon lainnya. Sebenarnya, ketika pohon jati super berusia 7 sampai 10 tahun, Anda juga bisa memanennya namun pemanennan pohon yang masih berusia 7-10 tahun biasanya hanya dilakukan ketika proses penjarangan perlu dilakukan.

Cara Budidaya Jati Putih Unggulan

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendulang keuntungan dengan cara halal, khususnya saat berinvestasi. Investasi tidak mesti dilakukan dengan bermain saham atau menaruh modal uang pada perniagaan. Investasi bisa dari bidang perhutanan (tanaman kehutanan), yang menghasilkan laba berlipat ganda, utamanya dari budidaya pohon jati. Kualitas kayu jati jelaslah tidak diragukan lagi.

Dikenal sebagai kayu kelas atas (mewah) yang awet, kuat, dan keras sehingga sangat cocok sebagai material bangunan dan furnitur. Sebab Itulah, kayu jati menjadi favorit sebagai bahan bangunan dan bahan mebel karena selain kuat, tekstur serat yang halus dan struktur kayunya pun lurus alias tidak banyak cabangnya. Tekstur serat halus membuat jati putih mudah digergaji dan diserut, sementara itu, tanpa banyak benjolan atau cabang, membuatnya bisa diolah dan dibentuk dengan cepat, mudah, dan baik sesuai keinginan dan selera (selera seni atau artistik juga tujuan fungsionalitas) tanpa mempersalahkan cabang dan pembengkokannya.

Berinvestasi pada pohon jati dengan teknik budidaya yang sederhana dan tidak sukar, akan membawa pada masa depan yang cerah karena begitu menguntungkan dengan modal awal cukup rendah, dan sebaliknya, harga jual bibit tanaman dan kayunya—baik yang telah diolah (melewati proses pengerjaan) maupun belum—yang begitu tinggi. Lebih-lebih, Indonesia tersohor sebagai pusat pohon jati dunia, sehingga bisa mengalirkan devisa bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara.

Cara Budidaya dan Pemeliharaan Jati Putih

Menanam dan memelihara pohon jati sejak pembibitan jelas membutuhkan modal kesabaran tingkat tinggi—berbeda dari bisnis makanan misalnya, yang bila laris, modal balik bisa didapat hanya dalam hitungan bulan—dengan masa panen yang paling cepat sekitar 7 tahun, hingga 15 tahun dengan diameter 50 cm dan tinggi pohonnya 30 meter, seperti halnya jati putih. Memanen jati putih hanya dalam waktu 15 tahun itu sendiri juga merupakan inovasi karena di masa dahulu, jati butuh waktu 40 sampai 50 tahun sebelum ia bisa menjadi tanaman industri (perkayuan). Namun demikian, jati yang kuat tentunya telah teruji dari lama usianya, maka semakin tua semakin ia lebih menonjol kualitasnya. Di luar semua itu, yang jelas, cara menanam jati putih tidak memerlukan teknik rumit dan njlimet untuk mempraktikkannya.

Penyiapan Lahan

Dari berbagai jenis jati, jati putih memiliki ciri khas warna kayu yang pucat, lebih kuning hingga krem dibandingkan jenis jati lainnya. Langkah awal cara budidaya sebelum membuka memulai penanaman, siapkanlah lahan untuk pohon jati putih di dataran rendah bercurah hujan 1.000 sampai 1.200mm per tahun, bertekstur tanah lempung, lempung berpasir, ataupun liat berpasir, dengan anjuran prioritas di tanah berkapur, selain itu hindari tekstur tanah yang becek atau mudah tergenang air karena jati tidak cocok dengan kondisi terlalu banyak air.

Sistem Drainase dan Pencegahan Hama

Sistem drainase yang baik sangatlah penting. Setelah pemilihan lahan, perhatikan cara tanam, jarak tanam jati putih idealnya adalah 3 x 3 meter sampai 8 x 8 meter. Untuk itu, buatlah lubang untuk bibit dengan jarak tiap lubang sepanjang 3 x 3 m hingga 8 x 8 m. Perawatan jati putih dapat dikatakan tidak sulit. Untuk mencegah hama dan penyakit, semprotkan insektisida secara teratur, dan jangan berlebihan. Selain itu, cabuti atau siangi rumput serta tanaman liar (parasit) di sekitar pohon jati.

Proses Pemberian Pupuk

 Proses pemupukan juga merupakan salah satu hal penting dari semua tahap budidaya jati putih. Berilah pupuk urea atau NPK secara berkala setiap dua bulan sekali selama dua tahun. Taburlah pupuk sebagaimana dosis yang tepat dalam panduan, serta sesuaikan pula dengan kondisi tanah.

Cara Budidaya Jati Emas Unggulan

Budidaya pohon jati jelaslah sangat menggiurkan dengan nilai jual bibit pohon dan kayunya yang sangat tinggi. Kebutuhan internasional akan kayu bermutu mendorong budidaya jati dan menjamin bahwa bisnis jati tidak akan surut dalam waktu dekat. Tidak bisa dimungkiri bahwa kayu jati telah dikenal seantero dunia sebagai kayu yang kuat dan tidak mudah rapuh sehingga prospeknya sebagai modal material utama bisnis pun sangat cemerlang. Jati emas dengan nama Latin Cordia subcordata (Cordia sebestena) ini tumbuh berkembang dengan baik di wilayah Tropis, sebab itulah, dengan iklim Indonesia yang cocok, jati emas menjadi perhatian masyarakat di tanah air sebagai sumber pendapatan, sekaligus sumber devisa dengan mengekspornya.

Pemeliharaan Jati Emas

Jati emas jelas menjadi primadona sebagai budidaya tanaman semenjak ia terlahir dari riset laboratorium terhadap sistem kultur jaringan dari bibit unggul. Keunggulan yang didapat dari jati emas antara lain tidak membutuhkan lamanya waktu panen. Hal ini dicapai dengan inovasi teknologi kultur jaringan, panen yang di masa silam mesti menunggu sekitar 40 hingga 50 tahun, kini hanya perlu 15 tahun, dan bahkan bisa panen hanya dalam kurun 7 tahun seusai pembibitan. Saat mencapai 7 tahun, jati emas memiliki lingkar pohon 27 cm dan tinggi pohonnya bisa sampai 16 meter. Di samping itu, jati emas tidak merepotkan hal penanaman juga proses pemeliharaannya pun terbilang mudah, apalagi karena jati jenis ini tidak rawan penyakit. Cukup melakukan penyemprotan insektisida dalam dosis tepat secara teratur setiap dua pekan untuk mengendalikan dan mematikan hama serangga (ulat dan belalang) yang umumnya menyerang jati.

Cara Budidaya Jati Emas

Informasi sebagai teknik budidaya jati emas, pada lahan seluas satu hektare, bisa ditanami 2000 bibit dengan jarak tanam 2 x 2,5 m (atau sekitar 2 x 2 m) di lubang berukuran lebar 30 x 30 cm (40 x 40 cm) dan berkedalaman 30 cm sampai 40 cm. Pastikan jarak antartanaman tidak terlalu dekat karena akan memengaruhi proses tumbuh kembang pohon, juga saat proses penjarangan. Perhatikan pula tahap-tahap cara menanam yang benar. Langkah yang harus dilakukan sebelum menanam, yakni lahan harus dibersihkan dari rumput dan sesemakan, serta diolah sebelumnya bila memang bisa mengolah lahan, jangan lupa pula untuk melepas polybag. Dengan demikian,cara budidaya pun bisa dimulai dengan simpel.

Pohon jati yang dibiarkan pertumbuhannya sebagai tanaman yang secara natural mencari makanannya (unsur hara dalam tanah) sendiri, dapat tumbuh alami tanpa pupuk, namun pemakaian pupuk akan membuatnya tumbuh optimal sesuai kualitas yang diharapkan. Proses pemupukan dengan dua jenis pupuk, yakni pupuk kompos dan pupuk kimia. Lakukan pemupukan secara berkala, beri pupuk NPK setiap enam bulan sekali selama minimal tiga sampai empat tahun. Detailnya adalah sebagai berikut, NPK 15 15 15 sebanyak 250 gram selama enam bulan. Untuk selanjutnya, NPK 15 15 15 sebanyak 500 gram per enam bulan sekali, dan jangan lupa untuk menyesuaikan dosis dan tahap pemberian pupuk dengan kondisi tanah. Kondisi tanah yang dimaksud tentu berdasarkan jenis tanah, jati dapat tumbuh dengan baik utamanya pada tanah yang berkapur, ber tekstur lempung, lempung berpasir, ataupun liat berpasir tanpa terlalu banyak genangan air sehingga sistem pengaliran air (drainase) di lahan haruslah baik. Mulai menanam dan merawat jati emas memang mudah, namun jangan pula mengabaikan cara tanam yang baik dan tepat demi kualitas unggul.

Cara Budidaya Bambu

Bambu adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat. Selain sebagai tanaman perintis, bambu dapat dipergunakan sebagaimana tumbuhan berkayu lainnya. Hanya saja, bambu memiliki sejumlah kelebihan, misalnya batangnya yang lentur cenderung tidak gampang patah, dinding kayu yang keras, serta pemanfaatannya yang berulang. Berlaku sekali tanam dan tebang untuk kayu lain; tetapi tidak untuk pohon bambu. Selama masih hidup,tanaman ini bisa dipergunakan terus menerus, dalam jangka waktu lama, hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Budidaya Pohon Bambu

Cara budidaya bambu sebenarnya tidaklah terlampau sulit. Meskipun demikian, diperlukan pengetahuan yang lengkap tentang teknik budidaya yang baik agar tanamannya tumbuh baik dan menghasilkan rumpun yang hidup berkesinambungan.

Diperlukan persiapan yang matang terkait budidaya pohon bambu; mulai dari pembibitan, perawatan, sampai tanaman siap panen.

  • Penyiapan bibit bambu

Langkah pertama dari rangkaian cara tanam bambu adalah menyiapkan bibit, yang bisa dilakukan dengan cara stek batang, rhizome, atau cabang. Beda jenis bambu bisa jadi beda cara mempersiapkan bibitnya. Misalnya, untuk bambu petung, pembibitan bisa dilakukan dengan ketiga jenis stek. Untuk bambu apus, stek cabang dan rhizom saja yang disarankan; sedangkan bambu kuning bisa menggunakan teknik pembibitan stek rhizom.

Jika tidak ingin ribet mempersiapkan bibit sendiri, Anda bisa membelinya. Akan tetapi, Anda harus paham betul jenis bambunya; serta mampu membedakan bibit yang baik dan tidak.

  • Mempersiapkan media tanam

Lubang tanam bisa dibuat dengan ukuran yang berbeda-beda; tergantung ketersediaan lahan dan bibit yang akan dikembangbiakkan. Sebelum penanaman dilakukan, media tanam diisi dengan pupuk ditambah dengan dedaunan dan tanah hasil galian; kemudian dikomposkan kurang lebih 2 bulan.

Anda bisa menanam bambu di mana saja. Bambu tumbuh baik di daerah dataran rendah maupun tinggi. Bahkan untuk jenis bambu air, bisa tumbuh di area grey water. Begitu pula dengan cara menanam jenis bambu Jepang; akan berbeda pula; karena tanaman bambu ini tergolong tanaman indoor yang bisa ditanam di tanah terbuka maupun pot.

  • Penanaman

Waktu yang paling disarakan untuk menanam bambu adalah pada musim hujan; sekitar bulan Desember hingga Januari; atau paling lambat Februari, bibit bambu sudah harus ditanam di lubang yang telah dikomposkan.

  • Perawatan

Setelah ditanam, pohon bambu membutuhkan pemeliharaan atau perawatan yang tepat agar bisa tumbuh dengan baik. Kegiatan pemeliharaan tanaman bambu meliputi penyiangan dan pembersihan tanaman dan lingkungan sekitar area tanam, penyembrotan herbisida atau pestisida untuk mengatasi gulma dan hama, pemupukan, pemangkasan untuk merapikan rumpun yang sudah mulai tumbuh tinggi, dan penjarangan. Upaya perawatan bisa bervariasi tergantung pada usia tanaman.

Tips Budidaya Bambu

Bambu memang menarik untuk ditanam di lingkungan rumah. Selain bisa mempercantik, bambu pun bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Meskipun demikian, penting bagi calon pembudidaya bambu untuk mengetahui bambu apa yang tepat untuk ditanam di lahan yang tersedia.

Bambu seringkali menimbulkan masalah seperti rumpun lebatnya yang menutup pandangan atau mengganggu tanaman lain. Jika Anda memang ingin membuat sebuah kebun khusus berisikan tanaman bambu, maka tidaklah menjadi masalah. Sedangkan jika halaman rumah adalah pilihan tempat tanam, akan lebih baik untuk menanam bambu yang pertumbuhannya mengumpul, bukan menyebar.

Selain menentukan jenis bambu yang akan ditanam, penting pula untuk mengetahui seluk beluk perawatan tanaman multifungsi ini, karena perawatan pohon bambu akan berbeda-beda bergantung pada kondisi dan usia tumbuhnya.

Cara Budidaya Aren

Pohon aren adalah salah satu jenis tanaman yang sudah dikenal sacara luas di Indonesia. Pohon ini bisa dikatakan merupakan pohon yang sangat berguna bagi manusia sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk bebagai keperluan. Produk utama dari pohon aren yang sudah lama kita kenal tentu saja buah dan nira dari pohon aren.

Nira pohon aren telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Nira yang diolah bisa menjadi produk gula yang merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, demikian juga dengan buah dari pohon aren yang dapat dikonsumsi. Inti biji dari buah aren yang warnanya putih transparan dan mengandung banyak air dapat diolah menjadi hidangan yang lezat dan juga enak disantap. Selain itu batang dari pohon aren pun sangat berguna sebagai bahan dasar pembuatan perkakas rumah tangga, demikian juga dengan ijuk dan juga daun aren. Daun aren yang masih muda dapat digunakan sebagai bahan pembungkus. Akar tanaman ini juga bermanfaat sebagai obat tradisional. Selain itu, masa panen dari pohon aren tidak musiman dan kita bisa mendapatkan buah dari tanaman yang produktif sepanjang tahun.

Mengingat begitu banyaknya kegunaan dari pohon ini, tidak heran Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk menanam pohon aren. Apakah Anda memiliki lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman? Pohon aren bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi lahan Anda. Mari pelajari cara menanam pohon aren untuk menghasilkan tanaman aren bermutu tinggi.

Mengenal Pohon Aren

Pohon aren merupakan pohon yang sangat cocok ditanam di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman yang liar alias tidak sengaja ditanam oleh penduduk biasa ditemui di daerah perbukitan, lembah dan juga pegunungan dengan ketinggian tanah antara 9 hingga 2000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh di mana saja sebab tidak memerlukan perawatan yang subur.

Cara penyebaran alami dari pohon aren dilakukan melalui biji. Biasanya, di alam liar penyebarannya dibantu oleh binatang-binatang yang memakan inti biji dari buah aren  seperti musang. Biji yang tidak dapat dicerna oleh musang akan dikeluarkan bersama dengan kotoran musang. Biji tersebut akan tumbuh menjadi bibit tanaman baru.

Teknik Budidaya Pohon Aren

Jika kita memang ingin membudidayakan pohon aren, tentu kita tidak bisa bergantung pada alam untuk mendapatkan bibit. Kita harus mencari cara budidaya untuk mendapatkan bibit yang baik. Untuk pembibitan dan mencari bibit yang unggul, kita bisa memetik biji aren yang sudah tua langsung dari pohon atau mencari biji dari buah yang jatuh di dekat pohon. Setelah itu biji dipendam dalam kompos atau tanah yang lembab selama kira-kira 15 hari. Hal ini dilakukan untuk mempermudah tumbuhnya kecambah. Setalah itu buji dicuci lalu dijemur hingga kering. Lalu disemai dalam polibag

Cara tanamnya adalah dengan pembuatan lubang ukuran 5x5m atau 9x9m untuk meletakkan biji yang sudah di semai. Lubang tanam sebesar 30 x 30 cm sehingga biji siap untuk tumbuh kembang. Supaya mempercepat tumbuh, maka biji tersebut harus di beri pupuk seperti pupuk kandang, urea, TSP, dilubang baru diselipkan biji. Biji yang baru dibibit sebaiknya diberi peneduh.  Agar tumbuhnya semakin sempurna maka harus di persiapkan pula cara menanggulangi kerusakan seperti antisipasi terhadap hama. Hama yang dimaksud adalah sejenis kumbang yang dapat menghisap nira dan bunga seperti lebah, kelelawar dan musang.  Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara penyemprotan racun hama dan penebangan tanaman yang terkena hama.

Teknik budidaya seperti ini adalah cara yang dianjurkan oleh Dinas Kehutanan. Dengan pengawasan dan pemeliharaan yang baik, maka proses penanaman pohon aren dapat dilakukan dengan baik.

Cara Budidaya Sengon

Selamat datang para pembaca sekalian, di sini kita akan membahas cara budidaya sengon. Sebelum kita masuk ke inti pembahasan kita yakni mempelajari tentang teknik budidaya sengon, tahukan Anda apa itu sengon? Sengon adalah jenis tanamanatau tumbuhan yang berupa pohon besar. Tanaman sengon termasuk kedalam jenis tumbuhan petai-petaian dengan nama latin yakni Albazia Falcataria. Sedangkan di beberapa daerah di Indonesia, pohon sengon dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti jeunjing, seja, sikat, sengon laut, gosui, tawa, sengon sabrang, sengon landi, dan sebagainya.

Manfaat Sengon

Sengon memiliki manfaat yang sangat banyak, mulai dari ujung daun hingga ujung akarnya memiliki fungsi yang menguntungkan. Oleh karena itu, budidaya sengon sebenarnya adalah sebuah pilihan usaha yang menarik. Daun yang melimpah dari pohon sengon dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing, kerbau, dan lain-lain karena mengandung protein yang tinggi. selain itu, bagian akar sengon juga memiliki fungsi yang menguntungkan, yakni dapat meningkatkan kesuburan tanah. Biasanya lahan bekas tanaman sengon akan ditanami tumbuhan palawija dan hasilnya akan optimal.

Kemudian, bagian dari pohon sengon yang paling besar manfaatnya yakni pada bagian batangnya. Budidaya sengon dilakukan untuk mengambil hasilnya yakni yang berupa kayu sengon. Kayu sengon dapat digunakan untuk berbagai macam fungsi yang dapat membantu kehidupan manusia. Fungsi yang pertama yakni untuk dijadikan lembaran-lembaran papan. Lembaran-lembaran papan ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, biasanya digunakan untuk membantu proses pengecoran dalam pembuatan rumah, kemudian untuk membuat peti, untuk membuat papan penyekat, dan lain-lain.

Selanjutnya, selain dijadikan sebagai lembaran-lembaran papan kayu dengan beragam ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan,kayu sengon juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan yang lainnya, misalkan saja untuk bahan baku industri pembuatan korek api, bahan baku untuk pembuatan pensil, bahan baku pada industri kertas, dan masih banyak lagi. Karena kegunaannya yang sangat banyak dan bermanfaat, kayu sengon memiliki nilai jual atau harga yang cukup menggiurkan. Maka dari itu, usaha budidayakayu sengon adalah salah satu peluang yang menarik untuk kita perhitungkan.

Tips Budidaya Sengon

Jika para pembaca sekalian tertarik untuk mengembangkan bisnis budidaya sengon, maka saat ini Anda tengah berkunjung di halaman yang sungguh tepat karena di sini kita akan mempelajari bagaimana cara budidaya sengon. Sebelumnya, kami ingin memberikan tips bagi para pembaca yang ingin menjalankan usaha budidaya sengon ini. Yang pertama yakni kembangkanlah bisnis ini di lahan yang paling tepat. Selanjutnya, pakailah bibit sengon yang bermutu tinggi supaya hasilnya optimal. Kemudian yang terakhir yakni cermatilah cara mengelola usaha budidaya sengon dengan baik.

Lahan untuk Budidaya Sengon

Selanjutnya kita akan masuk kedalam bahasan tentang cara budidaya yang pertama, yakni pemilihan lahan yang tepat. Sungguh beruntung bagi Anda sekalian yang senang dengan kegiatan bercocok tanam karena Indonesia ini adalah negeri agraris yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang sangat tinggi. Secara umum, hampir semua tanah di seluruh wilayah Indonesia bisa digunakan untuk bercocok tanam. Akan tetapi, tentu saja akan ada beberapa kriteria lahan tertentu yang akan cocok digunakan untuk menanam jenis-jenis tanaman tertentu.

Lalu bagaimanakah kriteria lahan yang paling bagus untuk budidaya tanaman sengon? Tanaman Sengon bisa tumbuh secara optimal di ketinggian antara 0 sampai 800 meter dari permukaan laut. Akan tetapi bukan berarti bahwa tanaman sengon tidak dapat tumbuh di lahan yang terletak pada dataran lebih tinggi, karena pohon sengon juga masih bisa tumbuh di ketinggian hingga 1500 meter dari permukaan laut. Selanjutnya mengenai jenis tanah, tumbuhan sengon sangat cocok ditanam di atas tanah yang berjenis aluvial, regosol, maupun latosol.

Pembibitan Sengon

Bagian yang selanjutnya yakni mengenai proses pembibitan sengon. Pembibitan sengon bisa dilakukan dengan cara generatif, yakni menggunakan biji sengon. Untuk proses pembibitan ini upayakan bahwa Anda hanya akan memakai bibit sengon dengan kualitas unggulan, yakni dengan ciri-ciri memiliki ukuran yang besar, tenggelam di dalam air, dan bentuknya utuh. Ada sebuah tips untuk percepatan proses perkecambahan biji sengon, yakni dengan merendamnya di air mendidih selama kurang lebih 20 menit, kemudian direndam lagi dengan air dingin selama 24 jam, lalu kita angkat dan siap untuk disemaikan.

Proses Penanaman Sengon

Berikut ini adalah beberapa tips dalam proses penanaman sengon. Cara menanam sengon sebenarnya sama dengan cara tanamuntuk tumbuhan-tumbuhan lain, hanya saja ada teknik menanam yang sedikit berbeda. Setelah bibit sengon disemaikan dan siap untuk dipindahkan ke atas lahan, maka kita harus menyiapkan penanda atau yang sering disebut dengan ajir tanam dengan jarak tanam yang ideal. Selanjutnya kita tanam bibit sengon di dalam ajir dengan membuat lubang sebesar kira-kira 30 cm persegi dan kedalaman juga 30 cm. Bagus juga apabila sebelumnya dilakukan pemupukan.

Setelah itu tugas kita yang berikutnya yaitu tinggal melakukan perawatan. Perawatan kita lakukan dengan mengairi sengon secara rutin, memberikan semprotan-semprotan pembasmi hama, dan juga membersihkan area sekitar dari tanaman-tanaman pengganggu. Selain itu, kita juga perlu mengawasi kalau-kalau ada gangguan yang dapat merusak tanaman sengon kita, seperti gerombolan binatang yang masuk ke lahan misalnya.

Mengenal Cara Budidaya Pohon Gaharu

Gaharu adalah nama dari jenis kayu yang terdapat dengan berbagai macam warna dan bentuk yang khas. Jenis kayu gaharu memiliki kandungan damar wangi sehingga kayu ini dijadikan sebagai bahan pewangi alami. Bahkan diketahui juga bahwa jenis kayu gaharu merupakan bahan aromatik yang paling mahal di dunia. Indonesia adalah negara pengekspor kayu gaharu nomor 1 di dunia. Oleh sebab itu, budidaya pohon gaharu merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan yang bisa kita tekuni. Jika Anda tahu, harga kayu gaharu dengan kualitas yang paling baik bisa bernilai antara 5 juta rupiah per kilogram hingga 20 juta rupiah per kilogram. Bahkan dikabarkan bahwa harga kayu gaharu pernah mencapai 100 juta per kilogram. Sungguh luar biasa bukan?

Kualitas Kayu Gaharu

Lalu bagaimana jika kayu gaharu yang kita budidayakan kualitasnya tidak termasuk yang terbaik? Kita tidak perlu cemas karena harga kayu gaharu akan tetap tergolong tinggi meski kualitasnya rendah. Untuk kelas yang paling rendah saja, harga kayu gaharu adalah 50 ribu rupiah per kilogramnya. Jadi kita masih akan tetap untung meskipun kualitas hasil panen kurang baik. Lalu sebenarnya untuk apakah kayu gaharu ini hingga harganya bisa sampai setinggi itu? Jenis kayu ini diimpor oleh negara-negara lain dari Indonesia untuk dijadikan bahan baku pembuatan obat-obatan, parfum, kosmetik, hingga dipakai untuk acara-acara ritual keagamaan. Yang jelas, budidaya gaharu adalah salah satu peluang usaha yang paling baik untuk ditekuni. Terlebih lagi, pohon gaharu dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti di negara kita ini.

Daya Tarik Kayu Gaharu

Karena manfaatnya yang sungguh luar biasa, kayu gaharu telah sangat terkenal sejak jaman dahulu. Kayu gaharu menjadi konsumsi para raja di berbagai belahan dunia. Bahkan dalam proses pembuatan mumi, minyak gaharu juga digunakan untuk melumuri jasad. Sedangkan dupa gaharu memiliki aroma yang sangat wangi yang dahulu biasa dipakai untuk mengharumkan tubuh, rambut, pakaian, dan ruangan para raja dan bangsawan. Di dalam perdagangan secara internasional, gaharu tersedia dalam bentuk kayu, serbuk, maupun minyak. Kayu gaharu bisa diolah menjadi berbagai macam kerajinan yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi, sedangkan minyak gaharu adalah salah satu bahan untuk pembuatan parfum-parfum elit. Selain itu, kayu gaharu juga dipercaya berkhasiat sebagai ramuan awet muda.

Peluang Budidaya Kayu Gaharu

Seperti yang telah sempat kita singgung tadi, budidaya kayu gaharu adalah salah satu pilihan usaha yang menjanjikan. Kayu gaharu memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Seluruh bagian dari pohon gaharu, yakni dari ujung akar hingga ujung daun, memiliki harga jual yang tinggi. Namun sayang sekali peluang usaha yang sungguh luar biasa ini belum begitu banyak dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga akibatnya adalah hanya beberapa orang tertentu saja yang sudah mulai mengembangkan usaha budidaya pohon gaharu ini. Lagipula, jumlah ekspor kayu gaharu dari Indonesia juga semakin berkurang saat ini. Untuk itu, ini bisa menjadi kesempatan besar kita, apalagi yang hoby bercocok tanam. Nah, bagi para pembaca sekalian yang kiranya tertarik untuk mengembangkan budidaya tanaman gaharu, berikut akan kita bahas dan pelajari bersama teknik budidaya gaharu, mulai dari pembibitan, kemudian dari segi cara menanam, lalu juga cara memanen hasilnya.

Tips Budidaya Kayu Gaharu

Ada beberapa tips mengenai cara budidaya gaharu. Tips yang pertama yakni tentu saja kita harus terlebih dahulu menyiapkan lahan. Selanjutnya, kita perlu mencari pihak yang bisa memberikan suplay bibit pohon gaharu untuk kita tanam. Kemudian, kita harus mencari tahu juga di mana kita bisa menyetorkan hasil panen kita ini nantinya. Setelah semua koneksi kita dapatkan, tips yang berikutnya yaitu mempelajari cara budidaya gaharu, dengan demikian kita akan mengerti bagaimana cara tanam gaharu yang tepat sehingga usaha kita ini tidak akan terhambat.

Teknik Menanam Gaharu

Gaharu sebenarnya dihasilkan dari pepohonan yang tumbuh di daerah tropis. Pepohonan tersebut mengalami infeksi baik secara alami maupun buatan yang kemudian menyebabkannya mati. Nah, dari pepohonan yang telah terinfeksi tersebutlah gaharu bisa kita peroleh. Lalu bagaimanakah teknik menanam pohon penghasil gaharu? Pertama tama, yang harus kita lakukan yaitu memilih lahan yang cocok, yakni lahan yang tidak terendam air (seperti sawah ataupun rawa-rawa) yang berada di ketinggian antara 0 hingga 750 mdpl. Untuk pembibitan, pohon gaharu bisa ditanam terlebih dahulu di dalam polybag. Sembari menunggu bibit siap dipindahkan, kita bisa mengolah lahan agar tanahnya lebih subur, yakni dengan cara membuat lubang-lubang, memberinya pupuk kandang, dan membiarkannya selama kurang lebih 1 bulan. Selanjutnya setelah bibit siap, baru kita pindahkan ke lahan yang telah kita siapkan tadi. Untuk penanaman, jarak tanam yang ideal yakni sekitar 2 x 2,25 meter. Sedangkan waktu terbaik untuk menanam yakni di awal musim hujan pada pagi hari atau sore hari. Setelah itu, pohon terus dirawat dengan pemberian pupuk dan pengairan secara rutin. Hingga mencapai usia 18 bulan, pohon sebaiknya diberikan naungan supaya teduh.