Category Archives: Budidaya Tanaman

Cara Budidaya Wijen

Ada banyak sekali jenis tanaman yang dapat dibudidayakan di Indonesia. Beberapa jenis tanaman bahkan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga budidayanya dapat menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Salah satu jenis tanaman yang cukup populer dan sering dibudidayakan adalah wijen. Biji wijen biasa digunakan sebagai bahan pembuat makanan atau kue-kue tradisional. Permintaan akan wijen yang cukup tinggi di pasaran menjadikan budidaya wijen semakin diminati banyak orang.

Karakteristik Tanaman

Sebelum membahas mengenai teknik budidaya wijen, ada baiknya anda mengetahui sekilas mengenai karakteristik tanaman ini. Tanaman yang diduga berasal dari Ethiopia ini dikenal sebagai tanaman yang mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Adapun cirri fisik dari tanaman wijen antara lain adalah bentuk batang tegak, kayu bertekuk empat, bercabang dan memiliki bunga.

Syarat Tumbuh

Tanaman ini dapat tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 1 hingga 1200 meter dpl. Selain itu, syarat tumbuh lain yang harus diperhatikan dalam bercocok tanam wijen adalah tanaman wijen sangat sensitif terhadap curah hujan tinggi, suhu rendah, serta cuaca mendung. Suhu ideal bagi budidaya tanaman ini berkisar antara 25 hingga 30 derajat Celcius, sementara curah hujan ideal berkisar 300 hingga 1000 mm.

Kondisi Tanah

Kondisi tanah juga berperan sangat penting dalam cara budidaya tanaman wijen. Jenis tanah terbaik untuk tanaman ini adalah tanah lempung yang berpasir. pH ideal tanah berkisar antara 5,5 hingga 8. Menanam wijen pada tanah rendah tidak dianjurkan. Selain itu, lahan harus memiliki drainase yang baik.

Pembenihan

Tahap pertama dalam budidaya wijen adalah pembenihan. Adapun bibit tanaman wijen berasal dari biji tanaman induk. Cirri-ciri biji yang bagus untuk dijadikan bibit antara lain adalah berasal dari tanaman induk yang sehat, bebas dari hama penyakit, bebas dari segala bentuk kotoran, berbentuk utuh, tidak keriput, serta berasal dari satu varietas.

Persiapan Lahan

Tahap kedua dalam budidaya tanaman wijen adalah persiapan lahan. Sebelum memulai penanaman, ada baiknya dilakukan pengolahan tanah untuk meningkatkan kualitas tanah hingga memenuhi syarat tumbuh. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan pada tahapan pengolahan lahan adalah menggemburkan tanah, memberikan pupuk dasar, membuat drainase, serta pembuatan bedengan.

Pupuk yang dapat diberikan adalah jenis pupuk kandang dengan dosis 15 sampai 20 ton/Ha. Bila perlu, dapat diberikan jenis pupuk lain seperti super TW dengan dosis 3,5 ton/Ha atau Harmony BS-1 dengan dosis 8 liter/Ha. Sementara ukuran bedengan yang harus dibuat adalah 10 m x 120 cm x 40 cm. Perlu dibuat juga parit untuk drainase dengan ukuran lebar 40 cm dan dengan kedalaman 50 cm. Sementara untuk parit yang mengelilingi lahan dapat dibuat dengan ukuran lebar 60 cm serta kedalaman 60 cm.

Penanaman

Pada dasarnya, cara tanam tanaman wijen dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu menanam pada lahan basah dan menanam pada lahan kering. Cara menanam pada lahan basah hampir sama dengan cara penanaman pada lahan kering. Yang membedakan hanyalah pengolahan lahannya saja.

Untuk menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik, anda harus memperhatikan cara menanam serta jarak antar tanaman. Jarak tanam bervariasi antara 10 x 30 cm atau 25 x 75 cm, tergantung dari varietas yang dibudidayakan. Varietas dengan percabangan sedikit dapat menggunakan jarak tanam yang lebih dekat dibandingkan varietas yang memiliki percabangan banyak.

Selain itu anda juga harus memperhatikan pola tanam. Pola tanam erat kaitannya dengan kondisi lahan. Jika anda membudidayakan wijen di lahan basah atau sawah, pola tanam dimulai pada musim kemarau. Sebaliknya, jika anda menanam wijen di lahan kering, pola tanam dimulai pada musim penghujan.

Pemeliharaan

Ada berbagai jenis kegiatan yang harus anda lakukan untuk menjaga kualitas tanaman wijen yang anda budidayakan. Pemupukan merupakan bagian pemeliharaan terpenting. Pupuk yang dapat digunakan adalah jenis pupuk Urea dengan dosis 100 Kg/Ha. Tindakan lain yang perlu dilakukan adalah penyulaman, penyiangan, dan pemberantasan hama.

Tips Cara Budidaya Stevia

Apa Itu Stevia?

Sudah banyak sekali orang yang tertarik dengan bisnis pembudidayaan tanaman tertentu terutama Stevia. Walau sudah banyak yang pernah mendengar apa itu Stevia, namun beberapa orang belum tahu apa sih tujuan mengembangkan Stevia. Pada umumnya orang membudidayakan stevia guna sebagai alternatif produk pemanis buatan untuk makanan. Dapat dikatakan stevia dapat menjadi pengganti gula sintetis dan tentu tidak berbahaya bagi tubuh.

Pemeliharaan Stevia

Bila kita membicarakan mengenai cara budidaya tanaman Stevia, maka yang amat penting diperhatikan adalah bagaimana anda merawat tanaman tersebut. Ada tiga jenis aktifitas perawatan Stevia yang anda harus lakukan. Yang pertama adalah pemupukan guna menjamin proses pertumbuhan yang maksimal. Yang kedua adalah pemangkasan dan yang ketiga adalah pemberantasan hama penyakit yang tentu saja amat mengganggu tanaman Stevia anda.

Paska Panen Daun

Selain aspek pemeliharaan, anda juga harus tahu bagaimana menangani paska panen daun. Memang dapat dikatakan mudah dalam menangani proses panen tanaman Stevia tersebut namun anda harus benar-benar tahu apa yang harus dilakukan paska panen daun. Pipilah daun yang sudah anda panen secepatnya dan kemudian dikeringkan. Keterlambatan dalam proses pemipilan akan berpengaruh pada tingkat kemanisan Stevia tersebut tentunya.

Tips Pengeringan Daun Stevia

Bila diperhatikan mengenai teknik budidaya Stevia, banyak yang bermasalah dengan bagaimana cara melakukan proses pengeringan yang benar terhadap daun Stevia tersebut. Tips yang pertama yang dapat anda gunakan adalah dengan memilih terlebih dahulu daun yang hendak dikeringkan. Potonglah dahan yang memiliki tinggi sekitar 10 cm kemudian panen daunnya. Jangan memilih daun yang telah terkontaminasi pestisida tentunya.

Perlunya Pembersihan Daun

Walau proses dan cara tanam Stevia tergolong mudah, pengeringan daun dapat menjadi masalah bagi banyak orang. Sebelum dilakukan proses pengeringan, perlu diperhatikan pula mengenai pembersihan daun yang hendak dikeringkan. Cuci secara bersih daun Stevia dengan menggunakan air yang bersih pula. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak adanya pestisida yang tercampur pada daun tersebut.

Gunakan Kain Bersih atau Handuk

Setelah anda melakukan pembersihan terhadap daun Stevia, anda perlu menggunakan kain bersih, tisu, atau handuk guna mengeringkan daun tersebut dari air sisa pembersihan. Walau banyak orang yang hanya melakukan penirisan, hal tersebut memerlukan waktu yang lama sehingga kain atau handuk dapat menjadi pilihan paling tepat. Memang hal ini sepele bila dibandingan cara menanam Stevia akan tetapi tidak boleh dihiraukan.

Penjemuran Daun

Setelah memastikan bahwa daun Stevia yang anda cuci tadi tidak menyisakan air sama sekali, yang perlu anda lakukan berikutnya adalah dengan menjemur daun-daun tersebut dibawah sinar matahari secara langsung. Anda harus tahu berapa lama durasi yang dianjurkan dalam menjemur daun Stevia dibawah sinar matahari dan waktu yang tepat untuk menjemur guna memastikan proses pengeringan berjalan secara maksimal. Selanjutnya nanti akan dibahas cara bercocok tanam Stevia.

Tips Bercocok Tanam Stevia

Anda juga harus benar-benar mengerti bagaimana cara penanaman Stevia yang benar guna memastikan proses pertumbuhan berjalan secara maksimal. Satu hal yang paling signifikan untuk dipertimbangkan adalah mengenai kondisi lahan yang anda punya untuk menanam Stevia. Pastikan lahan tersebut subur dan bila perlu belilah pupuk yang berkualitas.

Pemilihan Bibit Stevia

Selain faktor kualitas lahan dan juga bagaiamana anda merawat Stevia anda, yang harus diperhatikan berikutnya adalah mengenai memilih bibit Stevia yang berkualitas. Anda dapat dengan langsung bertanya kepada penjual bibit Stevia mengenai kualitas yang terbaik yang dapat anda peroleh. Namun anda perlu mengeluarkan uang lebih bila ingin mendapatkan kualitas bibit yang terbaik. Anggap saja pengeluaran tersebut sebagai investasi.

Potensi Pasara Stevia

Dalam proses budidaya tanaman Stevia, banyak dari anda yang bertanya-tanya tentang potensi apa yang bisa anda peroleh bukan? Pada kenyataannya, semakin banyak permintaan akan daun Stevia karena memang terbukti dapat dijadikan produk pengganti pemanis sintetis dipasaran dengan harga lebih terjangkau dan kualitas yang lebih sehat tentunya.

Cara Budidaya Tanaman Porang

Porang Primadona

Porang menjadi primadona bisnis sejak Dahlan Iskan melakukan kunjungan ke sebuah pertanian porang di daerah pinggiran hutan perhutani beberapa waktu lalu. Tanaman ini memiliki ciri-ciri yang sangat jelas sekali berbeda dengan tumbuhan umbi lainnya. Tumbuhan herba ini memiliki batang yang tegak dan lunak. Tumbuhan ini memiliki batang halus berwarna, seperti hijau atau hitam. Di batang halus itu juga terdapat totol-totol putih. Di Indonesia sendiri, tanaman porang ini memiliki nama-nama yang berbeda yang disesuaikan dengan daerah asalnya.

Nama Porang

Karena nama porang bisa berbeda-beda disetiap daerah, maka ada baiknya untuk mengetahui nama-nama tersebut. Di tanah sunda, porang dinamakan acoan oray atay acung. Di daerha Jawa Timur, lebih tepatnya Nganjuk, porang diberi nama kairong. Selain nama acoan oray dan kairong, orang-orang di berbagai daerah mengenalnya dengan nama suweg, walur, dan iles-iles. Selain nama-nama yang berbeda, penanaman porang juga berbeda-beda ditentukan oleh kesuburan tanah.

Budidaya Porang

Porang ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan industri. Oleh sebab itu, produksi porang sedang digalakkan agar mampu memberikan stok yang cukup untuk permintaan porang dari berbagai daerah. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara budidaya porang. Sebenarnya porang dapat tumbuh di jenis tanah apa saja. Tapi porang akan tumbuh dengan baik di tanah yang memiliki naungan. Contohnya adalah di bawah pohon jati, mahoni, dan sengon.

Teknik Perkembangbiakan

Ada beberapa teknik yang bisa dipakai untuk membuat bibit porang. Teknik budidaya porang yang pertama bisa dengan menggunakan biji. Perlu diketahui bahwa porang akan berbunga pada periode 4 tahun. Bunga tersebut akan berubah menjadi buah dan kemudian menghasilkan biji yang baik dikembangbiakan pada musim hujan. Teknik yang kedua adalah dengan bintik yang ada di antara batang dan cabang porang. Bintil yang dipanen ternyata bisa disimpan dan ditanam kembali sebagai bibit porang. Teknik yang ketiga yaitu dengan menggunakan umbi. Umbi porang yang dipanen, dapat ditanam kembali. Umbi ini menggunakan cara tanam di lahan pertanian.

Tanam Sekali

Cara menanam yang baik tentu saja di bawah naungan pohon-pohon besar seperti pohon jati di kawasan perhutani. Dengan menggunakan sistem bercocok tanam seperti itu penduduk sekitar tidak akan merusak tanaman perhutani lainnya. Selain itu cara ini juga memanfaatkan lahan yang kosong untuk menghasilkan uang yang banyak setiap tahunnya. Porang cukup ditanama pada lahan di sekitar pohon jati yang rindang. Porang ternyata cukup ditanam sekali, lalu tinggal melakukan pemeliharaan dan memanen. Umbi akan tumbuh lagi setelah panen dengan meninggalkannya di lubang semula.

Memilih Umbi

Porang dapat dipanen setelah 3 tahun tumbuhan tersebut ditanam. Cara memanennya adalah dengan mengambil umbi yang paling besar dari tumbuhan tersebut. Umbi yang kecil dibiarkan saja di lahan pertanian agar pada saat musim hujan umbi tersebut dapat tumbuh lagi. Setelah umbi yang besar diambil dan dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong, diiris, lalu dijemur. Cara mengiris menentukan kulaitas porang.

Kualitas Porang

Jika salah mengiris dan porang tidak kering pada saat penjemuran, maka akan timbul jamur. Timbulnya jamur pada irisan porang tentu saja akan merugikan. Nilai tukar rupiah akan menurun karena kualitas irisan porang tidak bagus dengan adanya jamur. Untuk diketahui, porang membutuhkan banyak sekali perhatian mulai dari menanam, memelihara, dan melestarikannya kembali.

Cara Budidaya Mangrove

Pohon mangrove atau masyarakat biasa menyebutnya sebagai pohon bakau atau pohon payau, adalah tanaman yang banyak terdapat di perairan di sekitar garis pantai. Sesuai arti mangrove itu sendiri dalam ekologi menunjuk pada pohon atau semak yang tumbuh di sekitar daerah rawa tropika dan subtropika. Jadi,tumbuhan ini biasa hidup di rawa-rawa atau di air payau. Tumbuhan ini banyak hidup di pesisir pantai di banyak kawasan di Indonesia.

Namun, sayangnya, pertumbuhan kawasan hutan mangrove mengalami penurunan sekarang ini. Hal itu terjadi karena disebabkan beberapa faktor, seperti minimnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya manfaat pohon mangrove dan bagaimana cara membudidayakannya. Faktor lainnya yang menjadi penyebab adalah pembabatan lahan hutan mangrove untuk digunakan sebagai tambak garam dan ikan, dan juga pembangunan gedung. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melakukan budidaya terhadap pohon mangrove ini.

Tentang Mangrove

Mangrove adalah jenis tanaman yang hidup dan tumbuh di sekitar pasang surut pantai. Jadi, pertumbuhan pohon jenis ini sangat bergantung oleh pasang surut air laut. Banyak masyarakat yang sebenarnya salah mengartikan sebutan pohon bakau untuk mangrove, karena istilah bakau sendiri adalah salah satu spesies penyusun hutan mangrove yaitu Rhizophora sp. Sedangkan istilah mangrove ditujukan untuk segala tanaman tropis yang memiliki karakteristik dapat hidup dan tumbuh di daerah pinggiran pantai.

Tumbuhan mangrove ini cukup unik karena kemampuannya hidup di antara daratan dan lautan. Pada kondisi yang sesuai, mangrove akan membentuk kawasan hutan yang produktif dan ekstensif.

Beberapa manfaat yang sangat berguna yang bisa didapatkan jika kita melakukan teknik budidaya dan pemeliharaan yang baik, kita dapat memanfaatkan pohon mangrove untuk kepentingan rumah tangga dan industri.

Jenis-jenis Mangrove

Ada beberapa jenis mangrove yang berkembang dan masing-masing dari mereka mempunyai cirinya tersendiri. Jenis-jenis tersebut yaitu: overwash mangrove forest atau mangrove merah, fringe mangrove forest, riverine mangrove forest, basin mangrove forest, hammock forest,dan scrub atau dwarf forest.

Pembudidayaan untuk Mangrove

Untuk melakukan pembudidayaan tumbuhan ini, Cara budidaya yang tepat perlu diperhatikan supaya dapat menciptakan hasil yang maksimal. Pertama-tama yang anda lakukan adalah mengumpulkan buah mangrove untuk dijadikan bibit tanaman mangrove. Pastikan bibit mangrove berasal dari tumbuhan mangrove yang berasal dari lokasi setempat atau terdekat dan anda juga harus memastikan kondisi tanahnya yang sesuai.

Kemudian, untuk memulainya, anda dapat langsug menanam lansung buahnya, dimana kemungkinan berhasil sekitar 20-30%, atau bisa juga dengan cara menyemaikan bibitnya dengan kemungkinan 60-80%. Untuk memperoleh bibit yang baik, pengumpulan buah mangrove dapat dilakukan pada bulan September hingga Maret.

Untuk cara menanam, harus memperhatikan beberapa hal mengenai cara tanam atau semai yang baik. Pemilihan tempat sangat penting untuk diperhatikan, seperti tanah yang lapang dan datar, dan pastikan terendam air saat pasang, sehingga tidak memerlukan penyiraman.

Selain pemilihan tempat, pembuatan bedeng persemaian juga harus diperhatikan, seperti bedeng diberi naungan ringan bisa dari daun nipah dan sejenisnya, kemudian media bedengan berasal dari tanah lumpur di sekitarnya, dan bedeng dapat dibuat dengan ukuran 1×5 meter atau 1×10 meter dengan ketinggian berkisar 1 meter.

Untuk melakukan pembibitan dan penanaman, pertama-tama buatlah lubang pada plastik atau botol mineral sebelum diisi tanah, agar air yang berlebihan dapat keluar. Kemudian, buah dapat disemaikan langsung ke dalam kantong plastik atau botol air mineral yang sudah berisi tanah. Untuk buah bakau, lebih baik terlebih dahulu menyimpan di tempat yang teduh dan ditutupi karung basah selama 5-7 hari untuk menghindari batang bibit.

Pertumbuhan Mangrove

Ada beberapa faktor  ligkungan yang berperan penting untuk menentukan pertumbuhan pohon mangrove ini, diantaranya adalah fisiografi pantai, pasang surut, gelombang dan arus, iklim (cahaya, curah, hujan, suhu, angin), tanah, oksigen terlarut, salinitas, dan hara.

Pemeliharaan yang Tepat

Untuk memelihara dan menjaga pohon mangrove ini dapat dilakukan dengan membuat penyangga pada batang tumbuhan mangrove baru dengan menggunakan batang dari kayu atau bambu yang kemudian ditalikan pada batang tanaman dan ditancapkan pada sekitar tanaman mangrove itu tumbuh. Dan cara lainnya adalah dengan melakukan pengawasan rutin karena kemungkinan akan hadirnya pihak-pihak lain yang bisa merusak kawasan ekosistem pohon mangrove.

Cara Budidaya Tanaman Oyong

Budidaya tanaman oyong merupakan salah satu potensi bisnis yang baik. Oyong atau yang juga dikenal sebagai gambas merupakan tanaman jenis cucurbitaceae yang mengandung banyak serat dan vitamin C. Oyong dikatakn memiliki khasiat sebagai penambah darah. Tanaman ini mudah tumbuh di daerah tropis seperti Asia Tenggara dan juga India. Oyong biasa digunakan sebagai sayuran atau sebagai lalap. Bagian tengahnya yang halus dan sedikit manis menjadikan oyong sebagai sayuran yang pas dicampurkan ke dalam sup. Kulitnya yang keras pun dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sponge penggosok sebagaimana bunga karangnya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan sebagai teknik budidaya tanaman oyong.

Pemililhan Lahan untuk Bercocok Tanam

Untuk membudidayakan tanaman oyong, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan medium tanam. Oyong sendiri merupakan tanaman yang mampu beradaptasi pada jenis lingkungan apapun. Anda bisa menanam di dataran tinggi maupun rendah asalkan memiliki iklim kering dengan pasokan air yang cukup sepanjang tahun. Ketika menanam oyong, pastikan tanahnya memiliki PH berkisar 5,5 – 6,8 serta memiliki kelembaban yang cukup. Buatlah lubang di  tanah yang kira – kira berdiaeter 25 cm dengan kedalaman 20 cm. Berikan juga jarak antar lubang sekitar 60 cm agar oyong tidak tumbuh saling berhimpitan. Sebagai tanaman merambat, oyong juga memerlukan batang atau tongkat agar sulurnya bisa merambat.

Pemeliharan Lebih Lanjut

Tanaman oyong memerlukan pemeliharaan yang intensif sepanjang waktu agar dapat tumbuh dengan sempurna. Pastikan untuk melakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari kecuali ketika sedang dalam musim penghujan. Penyulaman atau mengeliminasi tanaman yang rusak juga siperlukan karena hal tersebut dapat menyebar ke tanaman yang masih sehat. Agar tumbuh dengan sempurna, berikan pupuk urea seminggu setelah masa penyulaman atau sekitar 2 minggu setelah tanaman tumbuh. Terakhir, pastikan untuk mengikat batang – batang atau sulur serta daun tanaman oyong ke tiang yang sudah tersedia agar oyong tumbuh ke atas dan tidak merambat ke benda lain.

Waspadai Ancaman Hama dan Gulma

Tanaman oyong memiliki beberapa gangguan hama, penyakit, dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan. Hama tanaman oyong antara lain adalah ulat dan kumbang daun. Apabila diperlukan, anda bisa membasmi hama tersebut dengan menyemprotkan pestisida pada tanaman. Untuk menghilangkan ancaman, jangan lupa untuk membersihkan lingkungan sekitar tanaman dan selalu ingat untuk mencabut rumput – rumput liar serta tanaman gulma lainnya. Tanaman oyong terkadang juga terkena penyakit. Penyakit tersebut menjadikan daun oyong berubah menjadi warna kuning, berlubang, dan mongering. Apabila hal tersebut terjadi, langkah yang harus dilakukan adalah segera memotong daun kuning tersebut agar buah oyong tidak membusuk.

Cara Memanen Tanaman oyong

Tanaman oyong merupakan tipe tanaman yang dapat dipanen berkali – kali. Oyong akan mulai berbuah apabila telah berumur sekitar 1,5 – 2 bulan dihitung dari pertama kali pembibitan. Tanaman yang sudah siap dipanen biasanya akan memiliki ukuran yang maksimal dengan berat sekitar setengah ton. Usahakan memanen tanamn oyong yang belum terlalu tua ditandai dengan batang yang lebih rapuh serta absennya serat2 pada kulit buah. Apabila tumbuh dengan sukses, tanaman oyong mampu menghasilkan antara sepuluh hingga duapuluh buah setiap panen. Karena buah oyong adalah sangat rapuh, pemetikan buah oyong harus dilakukan dengan sangat hati – hati agar tidak merusak produk tersebut.

Teknik Budidaya Kemangi

Tumbuhan kemangi (Ocimum Canum) tentunya sangat familiar bagi kita karena sebagian besar masyarakat kita menggunakan tumbuhan kemangi sebagai pelengkap hidangan Nusantara Indonesia. Harumnya yang khas serta daunnya yang terlihat hijau dan segar membuat kita selalu tergoda dengan berbagai jenis hidangan yang dilengkapi dengan daun kemangi. Terkadang daun kemangi juga sering digunakan sebagai lalapan di beberapa daerah tertentu di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menambah cita rasa pada masakan, daun kemangi juga ternyata memiliki banyak manfaat yang sangat baik untuk kesehatan. Banyaknya nilai manfaat yang dimiliki oleh tumbuhan kemangi menjadi latar belakang banyaknya masyarakat kita yang mulai membudidayakan tumbuhan kemangi. Lantas, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam hal budidaya kemangi? Mari kita simak informasi berikut ini.

Syarat Pertumbuhan Kemangi

Tumbuhan kemangi cukup mudah untuk ditanam. Anda tidak perlu menggunakan teknik khusus untuk menanam kemangi. Tumbuhan kemangi juga bisa tumbuh di mana saja. Tumbuhan kemangi akan tumbuh dengan baik di tanah yang banyak mengandung asam. Tumbuhan kemangi juga bisa bertahan pada cuaca dingin dan panas. Perbedaan iklim hanya akan berpengaruh pada perbedaan penampilan tumbuhan kemangi saja. perihal rasa dan kualitas dapat dipastikan sama saja antara kemangi yang ditanam di daerah yang bercuaca dingin dan kemangi yang ditanam di daerah yang bercuaca panas. Umumnya tumbuhan kemangi yang ditanam di daerah yang bercuaca dingin memiliki daun yang lebih lebar dan lebih hijau jika dibandingkan dengan tanaman kemangi yang ditanam di daerah yang bercuaca panas.

Teknik Pemilihan Benih Kemangi

Benih-benih tumbuhan kemangi berupa kecambah yang berasal dari biji-biji kemangi. Untuk mendapatkan benih/ bibit unggul, anda sebaiknya menggunakan biji-biji tumbuhan kemangi unggul dan berkualitas baik. Biji-biji kemangi diperoleh dari bunga kemangi yang sudah masak dari pohonnya. Biji yang siap tumbuh umunya memiliki ciri-ciri warna  hitam dan kering. Warna biji yang hitam dan kering adalah biji yang sudah tua. Anda perlu menyemai biji-biji tersebut kemudian baru ditanam di media tanam.

Persiapan Media Tanam Kemangi

Tanah yang dipersiapkan untuk media tanam kemangi sebaiknya tanah yang gembur, subur, dan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Jika tanah terlalu lengket, anda bisa tambahkan pasir secukupnya. Media tanam kemangi juga sebaiknya memenuhi kriteria seperti dekat dengan sumber air dan dilengkapi dengan parit drainase agar kebutuhan air tercukupi.

Teknik Penanaman Benih Kemangi

Dalam menanam biji-biji kemangi yang sudah dipersiapkan sebelumnya, anda hanya perlu menaburkan biji-biji kemangi yang sudah masak. Biji yang sudah ditanam kemudian dilapisi dengan tanah secara tipis. Tunggu beberapa hari hingga benih tumbuh di media persemaian. Jika anda menjumpai tanaman benih jaraknya terlalu rapat, anda bisa memindahkan beberapa di antaranya agar jarak tanaman benih seragam sehingga dapat tumbuh secara optimal.

Teknik Pemeliharaan Kemangi

Tanaman kemangi yang masih muda kemudian anda pindahkan pada media tanam yang sebenarnya. Anda juga perlu mengecek apakah tanaman-tanaman kemangi muda dapat tumbuh dengan baik di media tanam tersebut. Jika tidak, segera cek kondisi tanahnya dan segera campurkan tanah pada media tanam dengan pupuk kandang. Tanaman hama seperti rumput perlu dicabut secara detail karena dapat mengganggu tanaman kemangi muda.  Anda juga perlu memangkas bunga-bunga tumbuhan kemangi setiap seminggu sekali agar pertumbuhan pucuk tumbuhan kemangi dapat maksimal.

Teknik Budidaya Kayu Manis

Kini sudah cukup banyak orang yang berminat untuk membudidayakan tanaman kayu manis karena kayu manis memiliki nilai jual yang cukup tinggi khususnya di pasar luar negeri. Tanaman yang termasuk tanaman rempah ini merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang dikirim ke luar negeri. Peranannya sebagai salah satu penghasil devisa negara mendorong banyak pemilik kebun kayu manis senantiasa meningkatkan kualitas tanaman kayu manisnya.

Pemilihan Bibit Tanaman Kayu Manis

Baik tidaknya kualitas tanaman kayu manis tentunya akan dipengaruhi oleh spesies, teknik budidaya kayu manis  itu sendiri, pemanenan, dan perawatan pasca panen. Umumnya belum semua pemilik usaha kayu manis mengetahui bagaimana cara membudidayakan tanaman kayu manis secara benar dan tepat agar hasilnya pun lebih optimal. Berikut ini adalah informasi yang menarik dan bermanfaat seputar teknik budidaya kayu manis.

Media Tanam Tanaman Kayu Manis

Pada umumnya tanaman kayu manis akan tumbuh baik pada tanah yang subur dan gembur dengan sistem pengairan yang baik. Seperti halnya dengan jenis tanaman pada umumnya, tanaman kayu manis juga akan tumbuh dengan subur jika ditanam di media tanah yang kaya akan bahan organik. Adapun tiga jenis tanah yang baik untuk dijadikan sebagai media penanaman tanaman kayu manis antara lain tanah organosol, tanah latosol, dan tanah andosol. Kemudian sebaiknya anda tanam tanaman kayu manis di daerah yang beriklim lembab dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun (jumlah curah hujan sekitar 2000-2500 mm/ tahun) dan suhu harian sebaiknya sekitar 19-23,3 derajat Celsius.

Teknik Pembenihan Tanaman Kayu Manis

Kemudian untuk pembenihan, sebaiknya anda pilih benih yang berasal dari induk tanaman kayu manis pilihan yang sehat, pertumbuhannya normal, berumur lebih dari 7 tahun, tahan penyakit, dan memiliki nilai ekonomis yang baik. Benih tanaman kayu manis yang unggul biasanya ciri-ciri warna biru kehitaman dan terlihat masak sempurna. Benih bisa diambil dari biji tanaman kayu manis yang jatuh dari pohon kayu manis. Jika anda mengalami kesulitan mendapatkan benih tanaman kayu manis, kini anda bisa memesan benih-benih tanaman kayu manis di sentra-sentra produksi terdekat. Karena biji kayu manis mudah mati dan sulit untuk berkecambah, anda harus pintar dalam hal penyimpanan, pengemasan, dan pengangkutan benih-benih tanaman kayu manis. Agar tetap bertahan lama, sebaiknya benih tanaman kayu manis tidak disimpan di tempat penyimpanan yang bersuhu 27-28 derajat Celsius.

Pembibitan Tanaman Kayu Manis

Benih-benih terbaik tanaman kayu manis bisa anda tanam di tanah lapang yang sudah disediakan khusus sebagai media pembibitan. Anda juga bisa menanam benih-benih tanaman kayu manis di polibag. Ada beberapa kriteria lokasi pembibitan yang baik, yaitu lokasi yang dekat dengan sumber air, dekat  jalan, dekat dnegan daearah penanaman, dan lokasi yang bertanah subur. Sebelum tanah ditanami benih-benih tanaman kayu manis, cangkul tanah terlebih dahulu sedalam 20-30 cm kemudian tanah digaru, dihaluskan, dan dibersihkan dari berbagai jenis tanaman sisa yang masih menempel pada tanaman. Tanah yang sudah gembur dan halus kemudian dicampur dengan pupuk kandang. Anda perlu membuat bedeng yang memanjang yang berukuran lebar sekitar 1-1, 2 meter dan dengan panjang yang menyesuaikan panjang lapangan atau polibag.

Teknik Drainase pada Bedeng

Buat parit drainase pada setiap bedeng agar anda mudah menanam, menyiram, dan memindahkan bibit tanaman kayu manis. Lebar parit drainase yang anda buat bekisar 30 cm dengan kedalaman sekitar 20 cm. Pada bagian atas media penyemaian, anda lapisi tanah setebal 5 cm. Langkah yang terakhir yaitu penanaman biji tanaman kayu manis dengan jarak tanam sekitar  5 cm. Jangan lupa lakukan penyiraman secara rutin agar kebutuhan air pada tanaman kayu manis tercukupi dengan baik.

Bisnis Budidaya Anthurium Cukup Menjanjikan

Anthurium atau biasa dikenal sebagai gelombang cinta, harganya mencapai ratusan hingga jutaan rupiah. Budidaya anthurium bisa menjadi peluang bisnis yang cukup baik, perawatan dan cara menanamnya juga cukup mudah.

Anthurium Tanaman Asli Indonesia

Anthurium adalah tanaman asli Indonesia, dan banyak juga tumbuh di daerah tropis. Ada 7 jenis pohon anthurium yang tumbuh di negara ini, anthurium kuping gajah, anthurium lidah gajah, anthurium rafidooa, anthurium wali songo, anthurium scherzerianum, anthurium andreanum, dan anthurium makrolobum. Bentuknya sangat artistik sehingga sangat cocok dijadikan hiasan dekorasi ruangan. Pada prinsipnya tanaman hias ada dua macam yaitu tanaman dekorasi taman dan tanaman dekorasi ruangan.

Anthurium Gampang Ditanam

Tanaman bunga anthurium ini sangat mudah ditanam karena akarnya banyak. Batang pohon ini kokoh, daunnya indah dan bunganya berbentuk seperti ekor. Tanaman ini adalah termasuk dalam family Araceae. Anthurium atau gelombang cinta ada dua jenis, yang hanya dinikmati daunnya atau disebut juga anthurium daun, dan yang dinikmati bunganya atau anthurium bunga. Tanaman gampang sekali tumbuh di batang pohon yang membusuk, sehingga menjadikan penanaman pohon ini tidak sulit. Meskipun cara tanam pohon ini tidak sulit, tapi penting untuk mengetahui teknik budidaya tanaman ini agar hasilnya maksimal dan memiliki nilai artistik yang tinggi, sehingga bisa dihargai dengan tinggi. Cara memperoleh biji pohon gelombang cinta adalah dengan teknik penyilangan bunga jantan dan bunga betina.

Anthurium tidak Suka Cahaya Matahari Langsung dan Penuh

Tanaman yang memiliki bentuk daun artistik ini tidak terlalu suka cahaya matahari yang penuh dan langsung, lokasi yang bagus untuk tumbuhan ini adalah ditempat yang teduh. Perlu dipasangkan paranet 65% agar tumbuhnya optimal, alat tersebut dipasang rangkap dua untuk melindungi dari penyinaran secara langsung. Atau bisa juga diletakkan diteras yang tidak langsung kena sinar matahari.  Tapi sangat disarankan setiap hari ketika cahaya matahari sedang bagus, tanaman harus diputar supaya tumbuhnya bagus, agar dapat bentuk yang artistik.

Cara Budidaya Anthurium

Cara budidaya Anthurium mudah, karena bisa dilakukan di media tanah jenis apa saja, bahkan tanah merah sekalipun. Tapi yang paling bagus memakai porus. Porus itu campuran dari sekam biasa dan sekam bakar, lalu dicampur berbagai macam pakis, dan pasir terutama pasir malang. Perhatikan sirkulasi udara dalam pot harus bagus. Selain itu sebaiknya tanaman direndam dulu dg fungisida agar tidak berjamur. Cara bercocok tanam tumbuhan ini cenderung gampang, bahkan dalam penggantian pot kalau tanaman sudah tidak muat tinggal dipindahkan ke pot yang lebih besar, dipindahkan sekalian dengan medianya, lalu ditambahkan lagi porus sampai penuh. Pot yang digunakan yang paling baik pot dari tanah, karena pori-pporinya banyak sehingga sirkulasi udaranya bagus. Untuk porus, lebih baik bila dilakukan pengukusan satu jam sebelum digunakan. Pot juga lebih baik direndam didalam air seblum digunakan, karena pori-porinya akan membuka.

Pembibitan Gelombang Cinta

Bibit bisa diperoleh dengan dua cara, vegetatif dan generatif. Proses generatif adalah mengawinkan bunga jantan dan bunga betina. Yang jantan memiliki benang sari, yang betina biasanya berlendir. Untuk memperoleh biji anthurium ambil benang sari memakai jentik, lalu oleskan benang sari tersebut pada lendir sampai rata. Untuk memperoleh hasilnya dibutuhkan waktu selama dua bulan kurang lebih, ketika bunga anthurium telah masak, banyak biji gelombang cinta dalam bunga masak tersebut. Biji lalu dikupas, dicuci dan dibiarkan dulu kena angin baru ditaburkan ditanah yang halus, lembab dan harus selalu disiram. Cara yang vegetatif dengan menanam satu mata cabang dan stek batang. Ketika menanam stek batang, harus disertakan setidaknya  3 akar.

Cara Budidaya Sukun

Pemilihan Pembibitan

Dalam teknik budidaya sukun, karena buah sukun tidak memiliki biji, hanya terdapat cara penanaman vegetatif. Ada beberapa cara bercocok tanam untuk memperoleh bibit dari pohon sukun. Cara yang pertama adalah menggunakan stek pucuk. Stek pucuk dapat menanggulangi masalah bibit yang terlalu lama dalam polibag. Kemudian bisa juga menggunakan okulasi. Dengan menggunakan okulasi, anda akan memperoleh benih yang banyak dalam waktu relatif singkat. Atau anda juga bisa menggunakan tunas akar alami dan atau cangkok. Dari beberapa cara tersebut, cara yang paling mudah adalah menggunakan metode stek. Jika anda baru saja mengawali budidaya, anda bisa mencari bibit dari penjual bibit. Pastikan anda mencari bibit dari indukan yang berkualitas dan unggul agar hasil panen yang anda peroleh juga menghasilkan.

Ciri Bibit yang Baik

Untuk memudahkan anda memilih bibit dalam cara budidaya sukun, ada ciri-ciri umum dari bibit yang unggul. Yang pertama adalah sudah terdapat daun minimal 4 buah. Semakin banyak daun semakin bagus, namun jumlah ideal adalah minimal 6 atau lebih. Tanaman dengan 4 daun berarti sudah cukup umur untuk dipindah ke lahan. Kemudian warnanya yang aga gelap namun segar. Daun juga mengkilap untuk bibit yang bagus. Jika warnanya pucat, kekuningan, atau keputihan kemungkinan pertumbuhan terganggu. Batangnya kuat, dan lurus serta tumbuh dengan tegak. Pilih dari jenis sukun unggul seperti sukun kuning, sukun bone, atau sukun gundul.

Persiapan Tanam

Untuk cara tanam sukun sebaiknya di awal musim hujan. Karena membutuhkan banyak air, hindari tanaman sukun kekeringan. Kemudian cara menanam dilakukan di sore hari agar mengurangi penguapan. Kemudian siapkan lahan sebelum bibit ditanam dengan dibersihkan dari semak, batuan, dan rumput. Jarak tanam untuk sukun adalah 12 meter atau 15 meter persegi. Pasang patok atau bilah dari bambu agar lebih mudah.

Pembuatan Lubang Tanam

Untuk lubang penanaman, ukuran ideal adalah kubik 75 cm. Lubangnya harus besar karena pertumbuhannya cepat dan besar sehingga agar pertumbuhannya baik. Kemudian pastikan tanah galian dipisah antara tanah bagian atas dan bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang. Pastikan lubang sudah disiapkan 2 minggu sebelumnya agar terkena sinar matahari untuk mematikan bibit penyakit dan hama. Jika tanah memiliki pH tinggi dapat diturunkan dengan kapur.

Langkah-langkah Penanaman

Pertama bersihkan lahan lagi dari rumput, kotoran, dan batu serta tanaman liar. Pastikan lubang yang anda siapkan sudah memenuhi ukuran yaitu jarak tanam 12 sampai 15 meter persegi dan lubang dengan ukuran 75 cm kubik. Tanah bagian atas yang untuk menutupi lubang sudah dicampur dengan 1 blek pupuk kandang. Kemudian siapkan bibit. Buka penutup bibit. Masukkan bibit ke dalam lubang. Timbunlah dengan tanah bagian bawah dulu (tanah biasa) baru dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Saat penimbunan berikan pupuk NPK sebanyak 100 gram setiap lubang. Beri sedikit air agar tanah dapat dimampatkan sehingga posisi tanaman akan menjadi lebih kuat dan kokoh. Setelah selesai tanaman tinggal dirawat dengan disiram teratur. Selalu periksa kondisi tanaman, pastikan kondisinya sehat selalu terhindar dari hama dan lakukan perawatandan anda juga harus memelihara kondisinya dengan baik.

Sedikit tips, untuk penanaman awal sukun, anda masih bisa menanami tanaman di sela-sela tanaman sukun dengan tanaman palawija untuk memanfaatkan lahan sisa. Tanaman tersebut selain dapat menambah pemasukan untuk bisnis anda, juga dapat berfungsi sebagai tanaman penutup tanah. Akan tetapi jika sudah tumbuh besar tidak dapat lagi, karena sukun akan tumbuh besar menutupi tanaman dibawahnya.

Teknik Budidaya Bonsai

Bonsai

Bonsai merupakan salah satu tanaman hias yang banyak digemari masyarakat. Harga bonsai ini cukup mahal sehingga biasanya bonsai dimiliki hanya oleh kalangan menengah ke atas. Bonsai berupa tanaman kerdil yang indah, unik, dan lucu. Pada intinya, bonsai memiliki pengertian sebagai tanaman kerdil yang diletakkan dalam pot. Meskipun tumbuhan ini berusia lebih dari satu tahun, bonsai harus tetap tumbuh dalam bentuk yang kerdil. Bonsai yang sering kita temukan di tempat penjualan tanaman hias memang memiliki harga yang mahal, namun sebenarnya teknik budidaya bonsai bisa dilakukan siapa saja. Hal ini bisa dilakukan dengan mengerdilkan tanaman yang besar dan membentuknya menjadi kecil dan diletakkan pada pot.

Pemilihan Tanaman untuk Bonsai

Untuk membudidayakan bonsai, sebaiknya dipilih bibit bonsai yang sehat dan tidak terserang penyakit serta memiliki daun yang berwarna hijau. Sebaiknya bibit tersebut berasal dari stek atau cangkokan yang tidak memiliki akar berbentuk tunggang, namun banyak memiliki akar lateral. Beberapa tanaman yang bisa dibuat bonsai antara lain maja, sawo, cerme, jambu biji, beringin, kayu manis, dan masih banyak lagi. Diameter tumbuhan yang akan dijadikan bonsai sebaiknya yang berukuran besar sehingga tumbuhan bisa mirip dengan tumbuhan besar ketika dikerdilkan. Selain itu, tumbuhan yang dipilih juga sebaiknya memiliki percabangan yang indah sehingga nilai seni ketika dibentuk bonsai masih dapat terlihat dan menarik perhatian.

Pemangkasan dan Pembentukan

Cara budidaya bonsai pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membuang dahan-dahan tumbuhan yang tidak diperlukan. Setelah itu, tanaman bisa dipangkas. Hal ini bertujuan untuk menentukan bentuk tumbuhan bonsai sesuai dengan yang diharapkan. Agar tidak terjadi pengeringan, pemangkasan dilakukan pada bagian pangkal percabangan, terutama bagian cabang yang tersisa. Hal ini juga bisa mengendalikan pertumbuhan cabang agar tidak terjadi terlalu cepat. Pemotongan akar bonsai sebaiknya dilakukan dengan mengarah ke samping agar pertumbuhan bisa diperbanyak. Setelah itu, bisa dilakukan teknik pengawatan. Pengawatan harus dilakukan hati-hati untuk membentuk cabang, batang, dan ranting. Berbagai bentuk bonsai bisa dipilih sesuai selera seperti bentuk tegak lurus, miring, atau tegak berliku.

Penyiapan Pot

Selain mempersiapkan tanaman yang akan dijadikan bonsai, kita juga perlu mempersiapkan pot yang akan digunakan sebagai media penanaman bonsai. Dasar pot harus dilapisi dengan kerikil-kerikil kecil yang kemudian ditimbun dengan tanah. Sebelum dimasukkan ke dalam tanah, sebaiknya akar bakalan bonsai dikurangi agar sesuai dengan ukuran pot. Kemudian bonsai bisa dipindahkan ke dalam pot yang telah siap tersebut. Cara menanambonsai yang benar adalah dengan memindahkan sebagian dulu media tanam ke dalam pot, kemudian menanam bakalan bonsai dengan posisi tepat. Setelah itu, cara tanam terakhir adalah dengan memasukkan sisa media tanam. Kemudian dipadatkan dengan menggunakan ujung jari dan telapak tangan.

Perawatan Bonsai

Perawatan bonsai juga harus rutin dilakukan agar tanaman terus tumbuh dan tidak mati. Setelah bonsai tumbuh, kita harus rutin mengamati bagaimana pertumbuhan dahan, cabang, ranting serta batangnya. Jika dahan dan cabangnya tumbuh secara berlebihan, maka bisa dilakukan pemangkasan secara rutin agar tidak menyimpang dan mengurangi keindahan bentuk bonsai. Ranting-ranting yang tumpang tindih juga harus dihilangkan. Begitu pula dengan dahan yang terlalu rimbun. Dalam setahun, pemupukan bonsai bisa dilakukan 3 kali dengan menggunakan pupuk kimia. Akan lebih bagus jika ditambah dengan pupuk kandang, kompos, maupun bahan organik lainnya. Sementara itu, penyiraman harus rutin dilakukan setiap hari.