Cara Membuat Pakan Sapi dengan Fermentasi

Meroketnya harga daging sapi di pasaran domestik setidaknya  tidak hanya memberikan masalah. Ini adalah petunjuk lain bahwa kebutuhan daging sapi dalam negeri masih jauh dari cukup. Memang sudah ada isu bahwa impor sapi adalah masalah tahunan yang membuat pasar daging sapi di Indonesia bermasalah. Namun, masalah ini bukan alasan untuk tidak mulai bergerak dalam ternak sapi. Dengan pengelolan yang baik, bukan hal yang mustahil jika di suatu saat, Indonesia tidak lagi membutuhkan impor daging sapi.  Agar keinginan ini tidak terdengar terlalu muluk, setidaknya anda harus siap dengan masalah-masalah yang mungkin muncul ketika anda memilih sapi sebgai bagian dari usaha anda.

Inovasi Pakan Sapi

Sebagai makhluk hidup, sapi jelas membutuhkan suplai makanan yang cukup untuk mencapai berat ideal yang dibutuhkan pasar. Pada musim penghujan, masalah pakan ini mungkin tidak terlalu memberi masalah. Namun seiring dengan bergantinya musim, cadangan hijauan seperti rumput bisa saja menipis. Untuk mengatasi masalah inilah, setidaknya harus ada inovasi yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan mempelajari aneka pakanfermentasi yang bisa dipilih untuk sapi. Fermentasi ini biasanya berasal dari bermacam-macam limbah pertanian.

Bahan Limbah Untuk Fermentasi

Salah satu  bahan limbah pertanian yang bisa dipilih dalam pakan fermentasi adalah tangkai jagung kering.  Memang, jika dibandingkan dengan jagung, tangkai jagung ini secara praktis hanya bagian dari sisa panen jagung. Namun jika insting bisnis anda kuat, maka limbah semacam ini bisa memiliki nilai lebih.  Membuat pakan murah dari limbah semacam ini adalah sebuah pilihan cerdas. Tentu saja, tangkai jagung bukan hanya satu-satunya yang bisa difermentasi. Tongkol jagung juga layak dipakai untuk bahan pakan ternak. Ini tidak lepas dari kenyataaan bahwa tongkol jagung sebenarnya punya kandungan serat dan protein yang dibutuhkan sapi. Untuk hasil terbaik, fermentasi tongkol jangung sebaiknya berupa batang yang dipecahkan bukan yang sudah menjadi tepung.

Komposisi Teknis Fermentasi

Meskipun fermentasi bisa dilakukan pada berbagai limbah pertanian, cara fermentasi secara teknis harus anda kuasai. Salah satunya adalah terkait dengan komposisi dalm proses fermentasi itu sendiri. Misalnya jika anda ingin menerapkan fermentasi pada limbah jerami,  cara membuat yang benar akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan. Jerami kering dicampur dengan polar dengan perbandingan 10 banding 2 lalu air ditambahkan secukupnya. Campuran ini kemudian diletakkan di dalam tabung fermentasi sekitar 1 minggu. Tanda bahwa fermentasi jerami kering berhasil adalah aroma harum dan tektur jerami yang tidak berubah dari sebelumnya.

Manfaat Pakan Fermentasi Bagi Sapi

Keunggulan pakan organik alternatif yang diperoleh dari fermentasi tidak hanya terkait dengan soal biaya. Secara alami, sapi sebenarnya melakukan proses frementasi dalam proses pencernaannya. Dengan adanya pakan yang sudah difermentasi ini, setidaknya tubuh sapi bisa langsung menyerap sari makanan. Meskipun demikian, perlu juga dicatat bahwa jumlah total pakan yang harus diberikan pada sapi setidaknya mencapai 10% dari total berat sapi. Pemberian pakan yang kurang hanya akan menghambat kesehatan reproduksi sapi.

Pakan Alternatif Konvensional

Selain pakan alternatif inovatif seperti aneka hasil fermentasi ini, pakan alternatif konvensional seperti dedak sebenarnya juga masih banyak digunakan. Hal ini tidak lepas dari  cara pembuatan yang sudah dikenal selama bertahun-tahun. Bahkan penggunaan dedak juga diarahkan untuk pembuatan pelet   ikan.  Pakan jenis ini biasanya dipakai pada kolam  ikan lele.  Jika dibandingkan dengan aneka pakan fermentasi, proses membuat pakan lele sendiri   relatif lebih mudah.

Leave a Reply